Awal 1700-an di Inggris terjadi produksi jutaan galon gin, alkohol yang dibumbui dengan buah juniper. Pada 1733, wilayah London saja menghasilkan 11 juta galon gin. Orang miskin di London mendapatkan kelegaan dari kesulitan kemiskinan perkotaan dengan minuman keras yang murah. Pajak atas gin segera dinaikkan untuk mengurangi epidemi mabuk yang mengikutinya.
Ketika industrialisasi menyebar, budaya baru akan keandalan dan ketenangan mulai menyebar, tidak diragukan lagi didorong oleh pemilik pabrik yang membutuhkan karyawan yang bisa bekerja.
Amerika melakukan upaya yang tidak berhasil untuk sepenuhnya melarang alkohol dengan Larangan tetapi tidak banyak membantu dalam mengekang minuman keras dan itu menimbulkan kejahatan terorganisir yang memperdagangkan alkohol ilegal.
Baca Juga:Pangguyangan Badak, Adakah Jejak Badak di Gunung Ciremai? Ini BuktinyaSiapa Sebenarnya Kian Santang dan Kean Sancang?
Jelas bahwa kecanduan alkohol bukanlah hal baru. Tubuh dan pikiran manusia telah berperang dengan alkohol selama ribuan tahun, dan keluarga, majikan, dan komunitas telah menanggung akibatnya bersama dengan individu. Tetapi kecanduan alkohol tidak harus menjadi hukuman mati. Seseorang hanya perlu menemukan rehabilitasi yang efektif segera sebelum kerusakan lebih lanjut terjadi. (*)
