Perusahaan Alkohol Terorganisir Berkembang Pesat Sejak Era Mesopotamia

beerancientegypt
Dok. pubinnno
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan menyayangkan lahirnya kebijakan Pemerintah yang memperbolehkan industri minuman keras (miras) dijual secara terbuka di Indonesia.

Pasalnya, industri ini berpotensi menimbulkan banyak persoalan baru di masyarakat, baik sosial, budaya, hingga kesehatan.

Izin ini tertuang dalam edaran yang diteken Presiden Joko Widodo, yakni Perpres Nomor 10 Tahun 2001 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Beleid yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini mulai berlaku per-tanggal 2 Februari 2021.

Baca Juga:Pangguyangan Badak, Adakah Jejak Badak di Gunung Ciremai? Ini BuktinyaSiapa Sebenarnya Kian Santang dan Kean Sancang?

Di dalam Pepres tersebut, industri minuman keras ditetapkan sebagai daftar positif investasi (DPI) yang dapat dilakukan secara terbuka di Indonesia. Padahal, sebelumnya, industri miras masuk dalam kategori bidang usaha tertutup.

“Dengan kehadiran kebijakan ini, kita seperti bangsa yang telah kehilangan arah dan pegangan dalam mengelola negara yang penuh dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” ungkap Syarief.

Baca: Jauh Sebelum Jokowi Legalkan Industri Miras, Pabrik Bir di Jawa Barat, Pemprov DKI Jakarta Pegang Saham hingga 26,25 persen

Sebenarnya sejak kapan alkohol itu dikenal di masyarakat? Berikut dilansir dari narconon.org.

Dalam situs tersebut dituliskan kemungkinan produksi alkohol dimulai ketika para petani awal mencatat fermentasi yang terjadi pada buah yang jatuh.

Mereka mungkin menganggap rasa bersoda dan aroma tajam menyenangkan. Percobaan dan kesalahan menggunakan berbagai buah dan biji-bijian akhirnya menghasilkan formula yang dapat disempurnakan dan diulangi untuk minuman beralkohol yang menyenangkan.

Pembuatan alkohol dimulai dengan cara yang terorganisir sekitar 10.000 tahun yang lalu, ketika minuman fermentasi diproduksi dari madu dan ragi liar.

Baca Juga:Intelijen Nasional Amerika Serikat Ungkap Peran Pemerintah Arab Saudi dalam Pembunuhan Jamal KhashoggiDisinilah Kuburan Abu Jahal Mirip ‘Lubang Buaya’, Angker

Pada 6.000 SM, tanaman anggur dibudidayakan di pegunungan antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, untuk tujuan pembuatan anggur. Dalam 2000 tahun berikutnya, Mesopotamia (sekarang Irak) memiliki perusahaan pembuatan anggur yang berkembang pesat.

Ketika Mesir mencapai puncaknya sekitar 3000 SM, produksi dan pengiriman anggur ke seluruh Mediterania adalah bisnis yang penting. Bangsa Romawi membuat anggur dari anggur liar yang tumbuh di pedesaan anggur dengan ragi yang diperlukan untuk fermentasi yang sudah tumbuh di kulit mereka.

0 Komentar