CARUBAN NAGARI-Korban meninggal dunia dalam kecelakan bus pariwisata di Sumedang, Jawa Barat bertambah. Total ada sebanyak 27 orang dari 65 orang dalam bus tersebut yang telah dinyatakan tewas.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi menyebut, hingga saat ini terkonfirmasi 26 orang meninggal dunia dan satu orang meninggal dalam proses evakuasi. Sedangkan korban selamat sebanyak 39 orang.
Baca Juga:3 Fakta Kecelakaan Bus Pariwisata Padma Kencana Masuk Jurang Terbalik 180 Derajat, Nomor 2 Bikin MerindingSiti Khadijah, Abu Thalib hingga Intimidasi Kotoran, Tahun Kesedihan Rasulullah Sebelum Peristiwa Isra Miraj
“Jumlah penumpang bus sebanyak 65 orang dengan rincian 39 orang selamat, 26 meninggal, dan satu orang meninggal dalam proses evakuasi,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (11/3).
Budi mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Adapun informasi sementara yang didapat, ada dugaan bus mengalami keterlabatan uji KIR.
Saat ini pihak kepolisan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Jasa Raharja, Basarnas sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Penyebab kecelakaan masih dalam investigasi, sementara ini informasi yang didapat ada keterlambatan uji KIR. Saya sudah koordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Barat karena ini jalan provinsi, apakah dapat dipasang guard rail di jalan ini atau kalau jalan kelas 1 nanti mungkin bisa diganti beton,” kata Budi.
“Dalam waktu dekat Satlantas Polres Sumedang akan mengirimkan crane sehingga mempermudah proses evakuasi. Jalan sekitar TKP juga akan ditutup sementara untuk kelancaran evakuasi,” imbuhnya.
Untuk diketahui, telah terjadi kecelakaan tunggal yang menimpa bus pariwisata Sri Padma Kencana bernomor polisi T 7591 TB pada Rabu (10/3) pukul 18.20 WIB.
Lokasi kejadian kecelakaan tunggal tersebut di Jalan raya Wado-Malangbong di Dusun Cilangkap RT 01/06 Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:Mengenal Danau Tiberias yang Ukuran Airnya Jadi Patokan Tanda KiamatSaat NASA Ingatkan Hadits Nabi Soal Tanda Kiamat, Mengeringnya Sungai Eufrat Tersingkap Gunung Emas
Dari data awal diperoleh informasi bahwa bus mengangkut rombongan dari SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang.
Data di RSUD Sumedang, sopir dan kernet bus dinyatakan meninggal dunia.
Berikut data korban meninggal dunia;
- Linda Nur Hidayanti 13 tahun, Subang
- Syarif 50 tahun, Subang
- Aan Sukaesih 56 tahun, Subang
- Jejen 41 tahun, Subang
- A Qurrota Aini 7 tahun, Subang
- Hana Nur Azizah 25 tahun, Subang
- Dinda Rani 15 tahun, Subang
- Gina Virgina 13 tahun, Subang
- Dinda Khairunnisa 14 tahun, Subang
- Windi Widia Ningsih 14 tahun, Subang
- Rossa Siti Khoirunnisa 22 tahun, Subang
- Tatang Hidayat 20 tahun, Subang
- Sari Nurmala 28 tahun, Subang
- Dede Lili 47 tahun, Bandung Barat (kernet bus)
- Ade Ivan 50 tahun, Subang
- Rukman Nurhasim 50 tahun, Sumedang
- Cahyati 15 tahun, Subang
- Gea 4 tahun, Subang
- Entin Supriatin 49 tahun, Subang
- Oktaviani 14 tahun, Subang
- Yudiawan 47 tahun, Bandung (sopir bus)
- Amot 60 tahun, Subang
- Wandi 53 Tahun, Subang
- Ugi Zainal 27 tahun, Subang
- Ricky Faisal Mubarok 25 tahun, Subang
- Perempuan (belum diketahui identitasnya)
- Laki laki (belum diketahui identitasnya)
