Kemudian yang masih hangat adalah pada tahun 2012. Kecelakaan yang melihatkan bus Maju Jaya Bernopol Z 7661 A jurusan Tasikmalaya – Cikampek ini menjadi kecelakaan yang paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Kabupaten Sumedang. Bus Maju Jaya yang membawa penumpang sebanyak 38 orang ini mengalami kecelakaan setelah mengalami rem blong dan terjun ke jurang sedalam sepuluh meter. Akibatnya, 12 orang meninggal dunia dan 26 orang luka-luka.
Setelahnya, juga ada beberapa kecelakaan yang melibatkan kendaraan lainnya baik roda dua maupun kendaraan roda empat dan lebih. Walau telah terjadi beberapa kecelakaan, namun Tanjakan Cae bukanlah tempat yang angker atau penuh dengan mitos. Tanjakan Cae termasuk wilayah yang terbuka, dan di beberapa tempat merupakan perkampungan yang terhubung dengan pesawahan dan perkebunan.

Sebelumnya, bus pariwisata Sri Padma membawa rombongan SMP IT Al Muaawanah masuk jurang di Jalan Raya Wado pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 18.30 WIB. Lokasi kejadian tepatnya di Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi.
Baca Juga:Video: 13 Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri Tampak Kesulitan Tumbangkan Pria Kebal Gangguan Jiwa IniKecelakaan Maut Sri Padma Kencana di Sumedang, Kapolda Jabar: Jalurnya Bukan untuk Bus
Bus berpelat nomor T 7591 TB tersebut melaju dari arah Garut menuju Sumedang. Di tengah jalan, bus kehilangan kendali hingga masuk jurang.
Insiden itu terjadi saat hujan lebat. Meski begitu, belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.
Berikut daftar identitas korban yang meninggal dunia.
1. Jejen Juraejin (41) laki-laki pekerjaan sebagai guru.2. Syarif Munawar (40) laki-laki pekerjaan guru.3. Arifha Qurotta Aini (7) perempuan status pelajar.4. Lidia (13) perempuan status pelajar.5. Gea (4) perempuan.6. Aan Sukaesih (41) perempuan.7. Dinda Hani (15) perempuan status pelajar.8. Gina Virginia (13) perempuan status pelajar.9. Dinda Khoirunisa.10. Windy Widya Ningsih (14) perempuan status pelajar.11. Resa Siti Khoerunisa (13) perempuan status pelajar.12. Tatang Hidayat (20) laki-laki status guru.13. Sari Nurmala (28) status mahasiswa.14. Dede Lili (46) laki-laki sebagai kernet bus.15. Ade Ipah (50) perempuan status ibu rumah tangga.16. Rukman (50) laki-laki pekerjaan wiraswasta.17. Cahyati (14) perempuan status pelajar.18. Entin Supriatin.19. Octaviani perempuan status pelajar.20. Yudi Awan (42) laki-laki pekerjaan sopir bus.21. Amot (60) ibu rumah tangga.22. Wardi (51) laki-laki pekerjaan PNS.23. Ugi Zaenal laki-laki.24. Riki Faisal Mubarok25. Hana Nurazizah (26) pekerjaan guru.26. Nenanh (38) perempuan.27. Aan Anwar Sadad (38) laki-laki pekerjaan guru.
