CARUBAN NAGARI-Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Ahmad Dofiri menyebut jalur alternatif Garut-Sumedang via Wado yang menjadi lokasi kecelakaan maut, bukan untuk kendaraan besar seperti bus.
“Setahu saya jalan ini memang tidak untuk bus besar seperti ini,” kata Ahmad Dofiri di lokasi kecelakaan, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis.
Baca Juga:Ini Nama 27 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Bus Rombongan SMP IT Al Muawwanah: 5 Orang Guru, 10 Siswa, dan 1 Balita3 Fakta Kecelakaan Bus Pariwisata Padma Kencana Masuk Jurang Terbalik 180 Derajat, Nomor 2 Bikin Merinding
Menurut dia, jalur itu sempat ramai digunakan ketika Jalur Lingkar Nagreg masih belum selesai dibangun beberapa tahun silam.
Jalur itu memang sedianya menjadi jalur alternatif yang menghubungkan antara jalur selatan menuju jalur utara dari wilayah Priangan Timur Jawa Barat, atau sebaliknya,
“Yang biasa dipakai waktu (lingkar) Nagreg belum beres, ini alternatif pengalihan Nagreg bisa melalui Wado,” katanya.
Selain itu, dia menduga sopir bus pariwisata itu tidak memahami jalur yang akan dilewatinya karena bus reguler jarang yang menggunakan jalur alternatif tersebut.
“Ini kelihatannya tidak terbiasa, kan bus pariwisata, artinya bukan bus regulernya, saya yakin tidak paham juga bahwa jalurnya untuk kendaraan biasa,” katanya.
Sejauh ini Tim SAR bersama unsur kepolisian dan yang lainnya sudah mengevakuasi seluruh korban dari bus tersebut.
Baca Juga:Siti Khadijah, Abu Thalib hingga Intimidasi Kotoran, Tahun Kesedihan Rasulullah Sebelum Peristiwa Isra MirajMengenal Danau Tiberias yang Ukuran Airnya Jadi Patokan Tanda Kiamat
Dari catatan Basarnas Jawa Barat, sebanyak 27 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, sedangkan 39 orang lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka. (*)
