Sunan Giri Jadi Raja Majapahit Selama 40 Hari?

UPHOTO 20171123 075817 scaled
Buku Sunan Giri Karya Umar Hasyim Terbit 1987
0 Komentar

Pernikahan Prabu Brawijaya dengan putri Cina ini disebabkan istri sebelumnya, seorang putri Campa bernama Dwarawati, mandul. Setelah konsolidasi terbina baik, Raden Patah mengumpulkan segenap pemuka Muslim di Demak. Mereka semua lantas bergerak dan mengepung pusat kerajaan Majapahit.

Namun, Prabu Brawijaya beserta para loyalisnya mampu lolos dalam pengepungan ini. Atas nasihat Sunan Ngampel, Sunan Giri diangkat menjadi raja Majapahit selama 40 hari untuk menghilangkan segala pengaruh raja kafir, Buku Sunan Giri Karya Umar Hasyim Terbit 1987

Sebelum akhirnya didapuk sebagai raja di Giri Kedhaton pada 9 Maret 1487 oleh Raden Patah. Pada tanggal itu pula Sunan Giri mendeklarasikan Kerajaan Giri Kedhaton. Sejumlah petinggi Kerajaan Majapahit dan para Wali Sanga menjadi saksi peristiwa tersebut. Tanggal itu yang kemudian diresmikan sebagai hari jadi kota Gresik melalui SK Bupati No 248/1991 tentang Hari Jadi Kota Gresik.

Baca Juga:Patahan Sepanjang 29 Kilometer, BNPB Sebut Ada Potensi Bencana Sesar Lembang, WaspadaTanda Ramalan Sudah Tertulis Ratusan Tahun Berlalu, Penelitian Ilmiah Berusaha Ungkap Kapan Terjadinya Kiamat

Sesudah itu, takhta diserahkan kepada Raden Patah, yang lantas dikukuhkan sebagai sultan Demak. Pembangunan Masjid Demak menandai berakhirnya kekuasaan Majapahit pra-Islam sekaligus dimulainya Islamisasi Jawa dari kalangan elitenya. Dengan demikian, Kesultanan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Namun, eksistensi Kesultanan Demak tidak bertahan begitu lama. Berdiri pada 1475, kerajaan ini runtuh 79 tahun kemudian karena perebutan kekuasaan di lingkaran elitenya sendiri. Pada 1560, pusat kekuasaan Islam di Jawa bergeser ke Pajang, yakni dekat Surakarta, Jawa Tengah, sekarang.

Sosok di balik itu adalah Joko Tingkir. Dia pernah mengabdi pada Kesultanan Demak sebelum negeri ini runtuh pada 1554. Joko Tingkir merupakan menantu Sultan Trenggono dan akhirnya menjadi bupati Pajang. Konflik di lingkaran elite Kesultanan Demak menyebabkan Arya Penangsang naik takhta setelah membunuh sanak familinya sendiri, Sunan Prawoto. Arya berencana pula membunuh Joko Tingkir, tetapi upayanya ini gagal.

Untuk melawannya, Joko Tingkir didukung bupati Jepara yang juga putri Sultan Trenggono, Ratu Kalinyamat. Setelah pertempuran, Joko Tingkir berhasil mengalahkan Arya Penangsang dan pengikutnya. Joko Tingkit otomatis menjadi pewaris takhta Kesultanan Demak. Kemudian, dia menggeser pusat kekuasaannya ke Pajang. Secara resmi, Joko Tingkir menjadi penguasa Kesultanan Pajang dengan gelar Sultan Adiwijaya setelah dilantik Sunan Prapen.

0 Komentar