Pembeli yang juga berada di sana ternyata tidak tinggal diam, dan ikut berteriak dan berlari mengambil batu di luar toko. Melihat ada orang yang mengambil batu, pelaku terlihat panik dan dengan segera kabur meninggalkan toko ke arah timur, tanpa dapat melarikan uang sepeser pun.
“Warga yang mendenger teriakan, sempat mengejar pelakunya. Bahkan pelakunya sempat jatuh dari motor saat mau menikung ke utara. Waktu jatuh itu ada belati yang ikut jatuh, tapi bukan parangnya yang dipakai nodong,” tutur janda yang sudah berjualan selama 20 tahun tersebut.
Walaupun sempat terjatuh, bahkan sebanyak dua kali, pelaku berhasil kabur dari kejaran warga. Ditambahkan korban, gerak-gerik pelaku ini seakan sudah mengetahui kondisi yang ada di tokonya itu. Hal itu diamati dari aksi pelaku yang menagih uang dari laci sebelah kanan meja kasir.
Baca Juga:Kerangka Manusia Situs Kumitir Era Majapahit, Terungkap Berjenis Kelamin Perempuan Tinggi 141-153 CentimeterIsu Perubahan Iklim, Polusi Bisa Memperkecil Alat Vital Pria
“Uang memang disimpan di laci ini, sebelumnya sebelah kiri, karena rusak saya pindah. Tapi waktu pelaku mau ngerampok, dia tahu uangnya ada di laci ini, kayak sudah diamati sebelumnya,” jelas wanita yang rumahnya tepat berada di belakang toko. Korban menyebutkan tidak bisa melihat wajah pelaku saat itu kerena pelaku menggunakan masker dan helm saat beraksi.
Walaupun tidak ada kerugian materil yang diderita korban, namun secara psikis korban mengaku masih merasa takut dan trauma, apalagi saat ditinggal sendirian. Peristiwa tersebut terekam jelas di CCTV yang terpasang di toko.
Kasus upaya perampokan itu sudah dilaporkan ke polisi dan belati yang jatuh telah diserahkan sebagai barang bukti. (*)
