Benarkah Jenglot Terkait dengan Ilmu Hitam? Simak Penjelasan Gus Muwafiq

maxresdefault 2
Tangkapan layar YouTube
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq menjelaskan tentang asal usul jenglot.

Gus Muwafiq yang merupakan mantan asisten pribadi Gus Dur ini juga melarang untuk memperjualbelikan jenglot karena suatu hal.

Selama ini jenglot selalu dikaitkan dengan hal ghaib atau praktik ilmu hitam serta bentuknya yang kecil dan terlihat seram kerap membuat orang bergidik saat melihat penampakannya.

Baca Juga:Adakah Hubungan Jenglot dengan Moksa di Tanah Jawa Tempo Dulu?Nasib Jenglot Bergelang Emas di Pasarean

Betulkah jenglot berkaitan dengan ilmu hitam? Untuk mengetahuinya, simak asal usul jenglot sebagaimana dijelaskan Gus Muwafiq yang dikutip carubannagari.delik.news dari tayangan kanal YouTube Al Mannaf studio:

https://www.youtube.com/watch?v=E86XJObZRFo

Gus Muwafiq menjelaskan bahwa orang Jawa di Wonosobo pada zaman dahulu menganut agama Hindu Brahma, Hindu Darma.

Penganut agama tersebut melakukan kebaikan selama hidup namun meninggalnya susah karena Hindu Brahma mensyaratkan mati yang disebut mati ‘moksa’.

Menurut Gus Muwafiq, moksa adalah perginya jiwa dan sukma dari raga atau jiwa manusia kembali ke alam kekal.

Agar bisa moksa, maka orang Hindu Brahma harus melakukan 3 perkara yang disebut Upanisad, Kabumian, dan Upawasa.

“Upanisad itu menghilangkan jati diri. Jadi Upanisad jati dirinya itu hilang. Habis jadi DPR misalnya, biar tidak ada jati dirinya berubah jadi penjual es dawet,” ujar Gus Muwafiq.

“Lha kalau itu (Upanisad) sudah berhasil (baru) melakukan Kabumian. Kabumian itu menjalani hidup seperti wataknya bumi, semakin dihina akan semakin subur. Nah kalau itu sudah berhasil nanti menjalankan Upawasa,” sambung Gus Muwafiq.

Baca Juga:Gunung Api Ciremai, 3 Februari 1698: Gunung di Cirebon Telah RobohAjaran Pepali Pitu Raden Qasim Menantu Sunan Gunung Jati

Praktik Upawasa inilah yang banyak gagal dilakukan oleh penganut Hindu Brahma tersebut.

Upawasa yakni melakukan sejenis puasa dengan berhenti makan, minum, dan berhubungan badan.

“Upawasa itu sudah berhenti, tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan badan, nanti badannya menciut, kecil, kecil, kecil, kecil, kecil, lapp! (lama-lama) hilang,” sebut Gus Muwafiq.

Namun di tengah menjalankan Upawasa, banyak orang yang gagal melakukannya akibat kembali ingat dengan duniawinya.

Karena badannya sudah mengecil tapi belum sempurna, ingin membesar seperti manusia normal lagi tidak bisa dan menghilang pun juga tak bisa. Akhirnya ia berubah menjadi jenglot.

0 Komentar