Keturunan Wong Cirebon Dilarang Makan Wolu Ireng?

1bb7f9d6d078c2fc35baf33c04079af8
Labu Hitam
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Setiap laki-laki Muslim diwajibkan menunaikan Shalat Jumat sebagai pengganti Shalat Dzuhur ketika hari Jumat. Jika di semua masjid kumandang azan dilakukan satu muazin, di Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon berbeda. Lantunan panggilan shalat di masjid yang berada di kompleks Keraton Kasepuhan itu dilakukan tidak hanya oleh satu orang, tetapi tujuh orang. Tradisi ini dikenal luas masyarakat sebagai Azan Pitu.

Tersebutlah Nyi Mas Pakungwati Ratna Kemuning, istri dari mubaligh besar Cirebon, Syekh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal luas sebagai Sunan Gunung Jati. Nyimas Pakungwati meninggal dunia karena suatu penyakit misterius yang melanda Cirebon pada abad ke-15. Tak hanya merenggut nyawa Nyi Mas Pakungwati, wabah itu juga melanda menyerang warga Kota Udang.

Upaya demi upaya yang dilakukan selalu gagal, sehingga banyak rakyat Cirebon sakit hingga meninggal dunia. Sunan Gunung Jati pun berdoa kepada Allah untuk mendapatkan petunjuk menghilangkan wabah di Cirebon yang yang dahulu dikenal dengan sebutan Caruban.

Baca Juga:Menelisik Parahyangan, Tempat Pemimpin Agung yang BersinarBenarkah Jenglot Terkait dengan Ilmu Hitam? Simak Penjelasan Gus Muwafiq

Sebuah petunjuk datang, Sunan Gunung Jati menyebut wabah akan sirna dengan cara mengumandangkan azan yang dilantunkan tujuh orang sekaligus. Sebagai bagian dari ikhtiar, Sang Sunan bertitah kepada tujuh orang agar mengumandangkan azan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa sebagai upaya menghilangkan wabah tersebut. Dan benar saja, setelah tujuh muazin melantunkan azan bersamaan, bawah itu mulai menghilang.

Wabah Kiriman Dukun

Penyebab wabah penyakit di Cirebon disebutkan memiliki beberapa versi. Dalam babad Cirebonan, wabah itu adalah kiriman dari seorang dukun ilmu hitam, Menjangan Wulung yang sering berdiam diri di momolo (kubah) masjid.

Kebenciannya kepada dakwah dan penyebaran agama Islam di Cirebon membuatnya melakukan teror. Setiap muazin yang melantunkan azan akan meninggal usai terkena serangan.

Di babad Cirebon karya Pangeran Sulaeman Sulendraningrat, saat tujuh muazin melantunkan azan ketika waktu Subuh, terdengar suara ledakan dari bagian kubah Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Ledakan itu membuat tubuh Menjangan Wulung yang bersembunyi di kubah masjid yang dibangun pada 1480 Masehi itu, terpental dan darahnya berceceran di area masjid. Dia terluka parah. Namun, salah satu pengumandang azan pitu dikabarkan juga meninggal dunia karena ledakan tersebut.

0 Komentar