Di antara penganut agama Hindu bermadzhab Batara Wisnu tersebut adalah Maharesi Sentanu Murti.
Resi Sentanu kemudian menjadikan kawasan Gunung Cangak, juga Cimandung sebagai kawasan suci dan dianggap anak Gunung Himalaya. Gunung Cangak ini merupakan salah satu puncak gunung diantara beberapa puncak lainnya yang berdekatan, seperti Gunung Cimandung dan Gunung Lingga yang juga sarat dengan jejak arkeologis.
Sebutan gunung-gunung tersebut lebih merupakan puncak-puncak bukit yang berada lereng Gunung Ceremai. Sehingga dalam naskah disebutkan bahwa kerajaan Indraprahasta didirikan Resi Sentanu di Gunung Ceremai. Perahu yang digunakan Resi Sentanu saat mendarat di pesisir terdapat di Gunung Cimandung saat ini dikenal sebagai Batu Perahu.
Baca Juga:Langkah Hukum Trah Keluarga Besar Kasepuhan Terkait Pernyataan Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Dedi SetiadiGustave, Buaya Raksasa Pemakan Manusia di Sungai Rusizi, Panjang 6,1 Meter
Maharesi Sentanu dinobatkan sebagai raja dengan gelar Praburesi Indraswara Salakakretabuwana Permaisurinya bernama Indari, putri Dewawarman VIII raja Kerajaan Tarumanagara.
Selanjutnya kerajaan kecil ini berada di bawah kerajaan salakanagara berlanjut ke kerajaan tarumanagara. Kedudukan maharesi di Mandala yang kemudian dinobatkan sebagai raja, disebut “Rajamandala” Raja-raja Indraprahasta (perubahan bentuk dari Mandala): 285 – 0645 Caka = 360 tahun candra atau 398 – 747 Masehi = 349 tahun Surya.
- Tahun 285 – 320 Caka (398 – 432 Masehi): 15 tahun. Penobatan di Indraprahasta ke 1 [bawahan Salakanagara] ; Nama Maharesi Santanu.; Gelar Prabursi Indraswara Salakakretabuwana; Permesuri Indari, putri Dewawarman VIII.; Anak Jayasatyanagara; Lokasi di lereng gunung Cereme (gunung Indrakila); Penjelasan Tiba dari daerah Gangga India, dan ada pertalian keluarga dengan Dewawarman VIII
- Tahun 0320 – 0343 Caka (0432 – 0454 Masehi): 23 tahun.; Penobatan di Indraprahasta ke 2. [bawahan Tarumanagara] ; Nama Jayasatyanagara; Permesuri Ratna Manik, putri Wisnubumi, raja Malabar.; Anak Wiryabanyu
- Tahun 0343 – 0366 Caka (0454 – 0476 M): 23 tahun.; Penobatan di Indraprahasta ke 3; Nama Wiryabanyu; Permesuri Nilem Sari, putri kerajaan Manukrawa; Anak 1. Suklawati, diperistri oleh Wisnuwarman, putra Purnawarman.2. Warna Dewaji; Catatan Indraprahasta menjadi bawahan Tarumanagara.
- Tahun 0366 – 0393 Caka (0476 – 0503 Masehi): 27 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 4; Nama Warna Dewaji.; Anak Raksahariwangsa. Kala 0393 – 0429 Caka (0503 – 0538 Masehi) : 36 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 5; Nama asal Raksahariwangsa.; Nama nobat Prabu Raksahariwangsa Jayabhuwana; Permesuri putri raja Sanggarung; Anak Dewi Rasmi, bersuami Tirtamanggala, putra kedua raja Agrabinta.
- Tahun 0429 – 0448 Caka (0538 – 0556 Masehi): 19 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 6; Nama Dewi Rasmi; Suami Tirtamanggala, putra kedua raja Agrabinta; Gelar Prabu Tirtamanggala Darmagiriswara; Anak 1.Astadewa 2.Jayagranagara
- Tahun 0448 – 0462 Caka (0556 – 0570 Masehi): 14 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 7; Nama Astadewa; Anak Rajaresi Padmayasa (penerus pamannya); Catatan Jayagranagara adalah adik Astadewa, penerus raja.
- Tahun 0462 – 0468 Caka (0570 – 0575 Masehi): 6 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 8; Nama Jayagranagara; Catatan Ia adalah adik Astadewa, raja Indraprahasta 7
- Tahun 0468 – 0512 Caka (0575 – 0618 Masehi) : 44 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 9; Nama Rajaresi Padmayasa; Anak Andabuwana; Catatan Raja adalah putra Astadewa, raja Indraprahasta ke 7. Ia menggan-tikan kedudukan pamannya.
- Tahun 0512 – 0558 Caka (0618 – 0663 Masehi): 46 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 10; Nama Andabuana; Anak Wisnumurti.
- Tahun 0558 – 0583 Caka (0663 – 0688 Masehi): 25 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 11; Nama Wisnumurti; Anak 1 Dewi Ganggasari, diperistri oleh Linggawarman, yang kelak men-jadi raja Tarumanagara ke 12.2 Tunggulnagara, melanjutkan warisan ayahnya.
- Tahun 0583 – 0629 Caka (0688 – 0732 Masehi) : 46 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 12; Nama Tunggalnagara, ialah adiknya Ganggasari; Anak Padmahariwangsa; Penjelasan Gangasari ialah putri sulung Prabu Indraprahasta ke 11 yang di-peristri oleh Prabu Tarumanagara 12.
- Tahun 0629 – 0641 Caka (0732 – 0744 Masehi): 12 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 13; Nama nobat Resiguru Padmahariwangsa; Anak 1 Citrakirana, yang diperistri oleh Purbasora.2 Wiratara, yang menjadi penerus ayahnya.3 Ganggakirana, yang menjadi Adipati Kusala dari kerajaan Wana-giri, bawahan Indraprahasta.
- Tahun 0641 – 0645 Caka (0743 – 0747 Masehi): 4 tahun; Penobatan di Indraprahasta ke 14; Nama nobat Prabu Wiratara; Anak Raksadewa; Peristiwa Prabu Wiratara yang membantu Purbasora merebut kekuasaan Galuh dari Prabu Sena, lalu kakak Wiratara, yang bernama Citrakirana, diperistri oleh Purbasora.
- Tahun 0645 Caka (0748 Masehi); Peristiwa Sunda menyerbu Indraprahasta; Catatan Setelah Galuh ditaklukkan, Sanjaya menumpas pendukung Purbasora. Terutama kerajaan Indraprahasta, yang turut membantu Purbasora waktu merebut kekuasaan Galuh dari Sena.Indraprahasta yang didirikan sejak jaman Tarumanagara, ahirnya diratakan dengan tanah oleh Sanjaya, seolah tidak pernah ada kerajaan disitu.”Indraprahasta sirna ing bhumi”.
- Tahun 0645 – 0649 Caka (0748 – 0751 Masehi): 4 tahun; Penobatan di Indraprahasta digabungkan dengan Wanagiri; Nama nobat Adipati Kulasa; Anak Raksadewa; Peristiwa Bekas kawasan Indraprahasta digabungkan dengan Wanagiri oleh Adipati Kulasa sebagai negara baru bawahan Galuh. Kulasa menjadi ratunya Kerajaan Indraprahasta menjadi salah satu kerajaan tertua di Nusantara.
