Mandala Cirebon Larang Cikal Bakal Kerajaan Pasambangan

Cirebon Larang orginal sketch
Sketsa Candi tepi Laut di India Lokasi yang sama di Mandala Cirebon Larang
0 Komentar

Masyarakat Cirebon Pra-Islam

Negeri Caruban atau Cerbon itu adalah penyebutan untuk nama ibukotanya yakni Caruban yang berasal dari istilah “Sarumban” berarti pusat tempat percampuran penduduk (Bochari dan Wiwi Kuswiah, 2001, hlm. 5).

Hal ini karena Letak Cirebon yang merupakan kota pelabuhan yang sejak abad ke-5 M sudah ramai sebagai jalur perdagangan internasional.

Kebanyakan para pedagang biasanya berlabuh untuk kemudian menunggu musim berlayar kembali hingga membentuk koloni dan lama-kelamaan membaur dengan pribumi.

Baca Juga:Tradisi Rebo Wekasan, Sunan Kalijaga Mandi di Sungai Drajat Saat Berguru dengan Sunan Gunung JatiJarang Disebutkan, Pajajaran Punya 5 Istana: Bima, Punta, Narayana, Madura, dan Suradipati

Kondisi geografis Kesultanan Cirebon tidak jauh berbeda dengan kondisi Kota Cirebon sekarang.

Dalam buku Cirebon Sebagai Bandar Jalur Sutra, letak Pelabuhan Cirebon berada di teluk yang terlindung dari gangguan alam seperti gelombang laut.

Pelabuhan Cirebon juga terletak cukup jauh dari Pelabuhan besar lainnya,ditengah Pulau Jawa bagian utara diantara Pelabuhan Jepara, Tuban, dan Surabaya didaerah timur dan Pelabuhan Sunda Kelapa (Jayakarta) dan Banten disebelah Barat.

Oleh karena itu, Pelabuhan Cirebon menjadi mata rantai dalam jalur perdagangan di Kepulauan Nusantara dan Perairan Asia (Adeng, dkk, 1998. Hal. 71).

Peran Pelabuhan Cirebon inilah yang menyebabkan Sejak abad ke-5 M Pelabuhan Cirebon sudah ramai oleh para pedagang lokal maupun internasional.

Sebelum berdirinya kekuasaan politik Islam dibawah kepemimpinan Sunan Gunung Jati, wilayah Cirebon dapat dikelompokkan atas dua daerah yaitu daerah pesisir disebut dengan nama Cirebon Larang dan daerah pedalaman yang disebut Cirebon Girang (Bochari dan Wiwi Kuswiah, 2001, hlm. 16).

Cirebon Larang adalah sebuah daerah bernama Dukuh Pesambangan dan Cirebon Girang adalah Lemah Wungkuk. Dari Cirebon Larang/Dukuh Pesambangan inilah perdagangan melalui jalur laut berlangsung dan menjadi jalur masuknya Islam di Cirebon.

Baca Juga:Teka-Teki Prasasti Hulu Dayeuh di Cirebon, Mungkinkah Desa Ini Ibu Kota Pakuan Pajajaran?‘Nyusuk Na Pakwan’ Terukir di Prasasti Batu Tulis, Misteri Parit Pertahanan Pakuan Buatan Prabu Siliwangi

Cirebon Larang mempunyai pelabuhan yang sudah ramai dan mempunyai mercusuar untuk memberi petunjuk tanda berlabuh kepada perahu-perahu layar yang singgah dipelabuhan yang disebut Muara Jati -sekarang disebut Alas Konda (Sulendraningrat, 1978. Hal. 16).

Tahun 1302 AJ (Anno Jawa)/1389 M, tiga daerah otonom bawahan kerajaan Pajajaran masing-masin dipimpin oleh Mangkubumi yaitu Singhapura, Pesambangan, dan Japura.

Setiap daerah memiliki pemimpin sendiri, Singapura (Mertasinga) dipimpin oleh Mangkubumi Singhapura, Pesambangan dikepalai Ki Ageng Jumajan Jati, dan Japura dikepalai Ki Ageng Japura. Dari ketiga daerah otonom ini, salah satunya adalah Dukuh Pesambangan yang dalam perkembangannya berubah menjadi Cirebon.

0 Komentar