Tradisi Rebo Wekasan, Sunan Kalijaga Mandi di Sungai Drajat Saat Berguru dengan Sunan Gunung Jati

rebo wekasan tawurji di keraton kanoman 21092022
Sultan Anom XII, Gusti Sultan Raja M Emiruddin (kiri), saat menebarkan uang koin dan permen dalam prosesi tawurji yang merupakan rangkaian tradisi rebo wekasan di Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon
0 Komentar

SAPARAN atau Safar adalah bulan ke dua dalam perhitungan kalender Islam Jawa. Bulan ini di percaya masyarakat adalah bulan musim kawin hewan. Khewan sing pada kawin seperti anjing (asu), sehingga di bulan ini sebaiknya tidak dilakukan acara pernikahan atau masyarakat Cirebon mengenal bulan larangan untuk melakukan pernikahan.

Di samping itu, bulan Safar juga dikenal dengan bulan yang sering terjadi malapetaka atau wulan sing akeh sial (blai) khususnya hari Rabu terakhir di bulan ini atau orang Cirebon mengenal dengan istilah “Rebo Wekasan”. Asal usul keyakinan ini juga belum jelas tapi dari beberapa sumber yang diyakini masyarakat bahwa di hari rabu terakhir di bulan Safar ini biasanya banyak terjadi bala.

Sementara menurut `ulama besar, Imam Abdul Hamiid Quds, mufti dan imam Masjidil Haram Makkah pada awal abad 20 dalam bukunya “Kanzun Najah was-Suraar fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhaar” mengatakan, “Banyak Awliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.” Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir” yang artinya “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari ini.

Baca Juga:Jarang Disebutkan, Pajajaran Punya 5 Istana: Bima, Punta, Narayana, Madura, dan SuradipatiTeka-Teki Prasasti Hulu Dayeuh di Cirebon, Mungkinkah Desa Ini Ibu Kota Pakuan Pajajaran?

Untuk mencegahnya dianjurkan melakukan salat sunah 4 rokaat, dua kali salam. Dengan bacaan surat al-Kautsar sebanyak 17 kali, di rakaat pertama, dibaca surat al-Ikhlas sebanyak 5 kali, di rokaat ke dua, dibaca surat al-Falaq. Di rakaat ketiga surat an-Nas di baca satu kali, juga di raka’at yang keempat. Kemudian di akhiri dengan membaca do’a Asyura.

Masyarakat Cirebon percaya, di bulan ini untuk tidak melakukan beberapa aktifitas seperti; melakukan perjalanan jauh atau perkerjaan yang cukup berbahaya. Dianjurkan di bulan ini banyak membantu orang lain dan memperbanyak sedekah khususnya untuk anak-anak yatim, para janda tua dan kaum jompo, di lain itu pula kita lebih meningkatkan dan mempererat tali silaturahmi diantara sesama. Berkaitan dengan ini maka masyarakat Cirebon selama bulan ini melakukan 3 macam kegiatan yang dikenal dengan “Ngapem, Ngirab dan Rebo Wekasan serta Tawurji”.

0 Komentar