Makam Keramat Mbah Pangeran Syarif Datuk Banjir di Lubang Buaya, Kisah Mistis Siluman Buaya

1928818133
Makam keramat Mbah Pangeran Syarif Datok Banjir bin Syekh Abd Rahman Lubang Buaya (IG @shokheh22)
0 Komentar

Bersama murid-muridnya, Datuk Banjir pernah dikepung pasukan Belanda. Saat itu Datuk Banjir bermunajat kepada Allah SWT. Setelah selesai bermunajat, Datuk Banjir mengambil segenggam debu, lalu debu itu dilemparkan ke arah tentara Belada.

Seketika orang-orang Belanda itu terlihat seperti berenang dan kocar-kacir. Mereka seakan-akan berusaha lari dari kepungan luapan banjir.

Datuk Banjir, dengan kekuatan doa-doanya, membuat pasukan Belanda hanya bisa melihat daerah ini dipenuhi air. Padahal awalnya mereka berada di tanah lapang yang kering.

Baca Juga:Pemberontakan PKI, ‘Gerakan Djojobojo’ Mohammad Joesoeph di CirebonMohammad Joesoeph, Pengacara yang Dirikan PKI di Cirebon

Cerita tentang Datuk Banjir dari Lubang Buaya dibuktikan dengan adanya makam keramat Mbah Pangeran Syarif atau Datuk Banjir di wilayah kelurahan Lubang Buaya.

Letaknya tidak jauh dari Monumen Pancasila Sakti, tempat peristiwa 7 Jenderal yang dibantai di sumur tua pada tahun 1965.

Peristiwa pemberontakan PKI yang terjadi di tahun 1965, seakan makin menambah keangkeran wilayah Lubang Buaya.

Penampakkan dan cerita-cerita menyeramkan masih terus terdengar di kawasan ini hingga sekarang.

Warga yang melintas di Jalan Raya Pondok Gede, atau yang diganti menjadi Jalan Haji Bokir, masih sering melihat penampakkan, dan mencium aroma yang tidak sedap.

Bahkan muncul penampakkan sosok berlumuran darah, hingga terciumnya bau anyir yang menyengat secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas. (*)

0 Komentar