Pemberontakan PKI, ‘Gerakan Djojobojo’ Mohammad Joesoeph di Cirebon

images
0 Komentar

CARUBAN NAGARI– Pasukan Djojobojo dan pemberontakan PKI di Cirebon adalah salah satu tragedi dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Selain menyasar daerah-daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, PKI ternyata juga pernah hendak menggulingkan kekuasaan lokal di Cirebon.

Masih dalam suasa peringatan G30S. Peristiwa kelam yang meninggalkan catatan hitam bagi kedaulatan bangsa dan negara. Bahkan hingga saat ini masih menjadi perdebatan publik terkait isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia. Bagi sebagian masyarakat, PKI memiliki track record tersendiri dalam sejarah pergerakan nasional. Akan tetapi, sejak meletusnya G30S pada tahun 1965, PKI meredup hingga pembunuhan massalpun terjadi bagi para tokoh dan simpatisan PKI yang dianggap terlibat dalam peristiwa itu. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa pemberontakan itu sangat erat kaitannya dengan perebutan kekuasaan. Bahkan sebelum itu, pemberontakan PKI sudah terjadi ketika Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaanya pada 17 Agustus 1945. Sebut saja peristiwa tiga daerah (Tegal, Brebes, Pemalang) yang didalangi PKI, kemudian pemberontakan PKI Madiun pada 18 September 1948  yang dipimpin Musso.

Baca Juga:Mohammad Joesoeph, Pengacara yang Dirikan PKI di CirebonBTNGC Kuningan Ungkap Kebakaran Hanguskan 138 Hektare Kawasan Hutan Gunung Ciremai

Namun, sebelum itu ternyata Cirebon pun menjadi target sasaran pemberontakan untuk merebut kekuasaan lokal. Gerakan itu menamakan dirinya dengan sebutan “Gerakan Djojobojo”.  Nama tersebut diambil dari ramalan Jayabaya yang menyebutkan “bangsa kulit kuning (Jepang) akan memerintah tanah Jawa hanya selama seumur jagung”. Penggalan petisi ini yang menjadi harapan bagi seluruh rakyat Indonesia saat itu. Dengan menggunakan nama ramalan itu kelompok komunis bawah tanah yang dipimpin Mr. Mohammad Joesoeph dan Mr. Soeprapto melancarkan gerakannya dalam perlawanan terhadap Jepang. Pasukan Djojobojo dan pemberontakan PKI ini berpusat di Bandung hingga meluas ke wilayah Indramayu dan Cirebon. 

Menurut Soeranto Soetanto dalam Pemberontakan PKI Mr. Mohammad Joesoeph tahun 1946 di Cirebon (1981), Joesoeph lahir di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada 17 Mei 1910. Kemudian ia tinggal di Cirebon. Di samping profesinya sebagai advokat (pengacara), ia adalah bekas pimpinan Gerindo di Bandung pada tahun 1942, ia juga menjadi ketua Gabungan Perdagangan Indonesia (GAPINDO) pada tahun 1943. Demi melancarkan gerakan djojobojonya, ia juga mengorganisir sopir-sopir di wilayah Cirebon-Bandung-Tasikmalaya yang tergabung dalam Persatuan Sopir Indonesia (Persi).

0 Komentar