CARUBAN NAGARI-Lubang Buaya, ternyata tidak seakdar nama satu kelurahan di wilayah Jakarta Timr. Di balik nama tersebut tersimpan cerita mistik siluman buaya.
Munculnya siluman buaya juga memiliki kaitan dengan adanya makam keramat Datuk Banjir yang berada di kawasan Lubang Buaya. Lokasi tepatnyatidak jauh dari Monumen Pancasila Sakti.
Jakarta menyimpan banyak cerita yang melatarbelakangi nama suatu tempat. Namanua pun menyimpan cerita mistis tentang asal usul daerah itu.
Baca Juga:Pemberontakan PKI, ‘Gerakan Djojobojo’ Mohammad Joesoeph di CirebonMohammad Joesoeph, Pengacara yang Dirikan PKI di Cirebon
Dari kanal youtube Lembaga Kebudayaan Betawi diceritakan bahwa Lubang Buaya semula masuk di wilayah Kabupaten Bekasi. Tetapi pada tahun 1976, masuk ke wilayah Jakarta dan masuk di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Pada masa penjajahan Belanda, di kawasan ini terdapat rel kereta api yang melintasi jalur Bambu Apus dan Lubang Buaya.
Rel ini khusus diperuntukkan sebagai transportasi hasil perkebunan karet serta hasil tambang batu bara. Namun, rel beserta stasiunnya telah dibongkar.
Nama kawasan Lubang Buaya muncul sejak abad 19. Berawal dari adanya sungai yang dihuni banyak buaya. Bahkan, ada satu buaya putih yang dipercaya sebagai pimpinan dan penguasa kawasan ini.
Buaya putih itu diyakini sebagai siluman yang tidak bisa dilihat oleh semua orang. Munculnya juga hanya pada waktu-waktu tertentu saja.
Penampakkan siluman buaya di daerah Lubang Buaya, berasal dari pengalaman Pangeran Syarif atau yang lebih dikenal dengan sebutan Datuk Banjir.
Saat Datuk menyesuri sungai menggunakan getek bambu, tiba-tiba tersedot oleh arus dari dasar sungai hingga tenggelam.
Baca Juga:BTNGC Kuningan Ungkap Kebakaran Hanguskan 138 Hektare Kawasan Hutan Gunung CiremaiPKI Pernah Jadi Partai Berpengaruh di Kota Wali, Raden Slamet Ahmad Prabowo Wali Kota Cirebon Tahun 1960-1965
Saat tenggelam itulah, Datuk Banjir melihat ke sekitarnya hingga di dasar sungai yang terdapat sarang buaya.
Dengan kekuatan spiritual dan doa-doa yang dipanjatkan, Datuk Banjir akhirnya berhasil lolos dari lubang di dasar sungai.
Cerita tentang buaya siluman ini tak berhenti sampai di situ. Warga juga sering didatangi buaya dari sungai, dan mereka selalu memanggil Datuk Banjir untuk mengatasinya.
Para warga percaya Datuk Banjir memiliki kemampuan yang tidak dimiliki orang lain.
Dari akun instagram shokheh22 diceritakan, Datuk Banjir juga turut berjuang melawan kolonial Belanda yang hendak menguasai daerah Lubang Buaya ini.
