CARUBAN NAGARI- Sebanyak 228 sekolah satu hamparan di 108 titik di Kabupaten Cirebon, akan dilakukan penggabungan (merger). Adapun 10 SD yang dilakukan merger, yaitu SDN 3 dan SDN 4 Cipejeuh Wetan, SDN 1 dan SDN 2 Ambulu, SDN 1 dan SDN 2 Pabedilan Wetan, SDN 1 dan SDN 2 Ciawi Asih, serta SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon, Imron usai acara launching merger Sekolah Dasar (SD) satu hamparan di SDN 3 Cipeujeuh Wetan Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Selasa (4/10).
“Mengapa sekolah satu hamparan digabungkan? karena terjadi persaingan yang kurang sehat di sekolah satu hamparan. Sehingga dipilih untuk melakukan merger,” kata Imron.
Baca Juga:Ternyata Ini Makna dari Kode 1312 yang Terlihat di Pintu Maut Stadion KanjuruhanAwal Mula Freemasonry di Cirebon Dimulai dari Loji Tegal
Selain itu, ujar dia, merger sekolah satu hamparan dilakukan utnuk mengatasi masalah kekurangan tenaga guru-guru negeri.
“Sekolah satu hamparan, jumlah siswanya terpaut jauh dengan sekolah yang satu hamparan lainnya. Kalau dimerger, gurunya mencukupi, siswanya juga mencukupi,” ujar Imron.
Namun begitu, Imron memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Karena sekolah yang dilakukan merger, salah satu kepala sekolahnya masuk masa pensiun. Jadi kepala sekolah maupun guru, tidak ada yang dirugikan. Adanya merger ini akan meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran di sekolah tersebut.
“Banyak hal positif dari diberlakukannya merger ini, salah satunya anggaran yang akan didapat oleh sekolah, bisa lebih maksimal agar menjaga mutu pembelajarannya,” kata Imron. (*)
