Anda Ingin Mengenal Suanggi? Ilmu Hitam di Indonesia Timur

Jepretan Layar 2022 10 08 pukul 08.39.40
Tangkapan layar dan beredar di media sosial, sosok yang melayang matanya menyala diduga disebut Suanggi
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Suanggi adalah sebutan untuk sesuatu yang berkaitan dengan ilmu hitam, baik yang berwujud manusia maupun benda. Istilah ini mungkin lebih familiar di kalangan masyarakat Indonesia Timur, khususnya di Papua.

Dalam KBBI, suanggi atau suangi didefinisikan sebagai hantu yang jahat atau dukun yang bekerja dengan pertolongan makhluk halus. Di Papua, suanggi dipercaya sebagai makhluk gaib menyeramkan yang dapat berubah wujud dan bisa terbang menggunakan pelepah daun kelapa.

Mengutip buku Menaksir Gerak dan Arah Pembangunan Indonesia Timur oleh Nindyo Budi Kumoro, dkk., seseorang yang terkena suanggi akan mengalami kesurupan. Jika tidak segera ditangani, suanggi dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

Baca Juga:Ini Pidato Soekarno Saat Peringati Maulid NabiHindari Incaran Belanda, Pondok Pesantren Pertama Didirikan Syekh Tolhah di Begong

Suanggi telah menjadi momok bagi masyarakat Papua karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang berkaitan dengan ilmu hitam. Penasaran apa itu suanggi secara lengkap? Simak kisah misterinya dalam ulasan di bawah ini.

Apa Itu Suanggi?

Seperti yang dijelaskan, suanggi merupakan hantu yang berasal dari Papua. Suanggi diketahui bisa berubah wujud menjadi binatang apa saja. Agar lebih mudah memasuki tempat tinggal korbannya, suanggi sering menjelma menjadi cicak.

Tak hanya wujudnya yang menyeramkan, perbuatannya terhadap korban juga sangat mengerikan. Konon, suanggi adalah penduduk desa yang melakukan ilmu hitam dan memakan daging manusia untuk memperkuat sihirnya.

Menurut buku Hantu oleh urbanlejen, dalam kehidupan sehari-hari suanggi adalah manusia biasa. Namun, karena memiliki ilmu melukai dan membunuh orang secara misterius, suanggi kerap diminta oleh orang-orang tertentu untuk melakukan kejahatan pada musuh atau orang yang tidak disukai.

Suanggi biasanya membunuh korban secara berkelompok. Ada dua cara yang dilakukan suanggi untuk menghabisi nyawa korbannya. Yang pertama adalah secara tidak langsung, yaitu dengan melakukan doti-doti, semacam santet yang dikirim kepada korban.

Sebelum mengirimkan santet, suanggi akan membaca arah angin terlebih dahulu agar doti-doti sampai ke korban yang tepat. Setelah itu, suanggi akan memasukkan benda santet seperti dedaunan atau kayu ke tubuh korban dengan cara gaib. Tubuh korban yang terkena santet akan dipenuhi benda-benda asing tersebut sehingga rusak dan meninggal.

0 Komentar