Usai shalat, aku keluar dari masjid dan pulang. Di tengah jalan, aku sadar bahwa kunci lemariku hilang. Aku kembali ke masjid dan mencarinya, namun tak kutemukan.
Keesokan harinya aku harus melakukan perjalanan niaga. Tiga hari perjalanan dari Baghdad. Kami tiba di sebuah lembah yang sangat indah. Seakan-akan dituntun ke tepi sungai yang sangat jernih. Aku langsung teringat bahwa di sinilah aku buang hajat dan membersihkan diri. Kini, sekali lagi kubersihkan diri. Dan ternyata, di sana kutemukan kembali kunci lemariku.
Sekembali ke Baghdad, aku menjadi pengikut As Syekh Abdul Qadir al-Jailani‎.
Baca Juga:Legislator: Izin Reklamasi Pantai PT Gamantara Trans Ocean Meresahkan Warga Pesisir PanjunanTradisi Panjang Jimat Muncul Sejak Masa Pangeran Cakrabuana
Itulah di antara keistimewahan As Syekh Abdul Qodir Al Jailani yang telah menjadi Kekasihnya Allah SWT. Beliau banyak di beri karomah oleh Allah dan itu semua kehendak-Nya.
Sumber: Disadur dari Kitab Mawa’idz Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Karya Syaikh Shalih Ahmad Asy-Syami
