Naskah Merapi-Merbabu, Ada Mantra Keperkasaan bagi Kaum Adam

Naskah Dharma Patanjala Andrea Acri
Naskah Dharma Patanjala (dok. Andrea Acri) Salah satu naskah Merapi-Merbabu
0 Komentar

Isi dari naskah-naskah tersebut bervariasi, mulai dari mantra-mantra, pawukon, cerita wayang, kakawin, kidung, dan lain sebagainya. Beberapa naskah yang sudah diteliti seperti naskah Arjunawiwaha yang berada di Perpustakaan Prancis diteliti oleh I. Kuntara Wiryamartana, Kunjarakarna diteliti oleh Prof. Willem van der Molen, Kidung Surajaya oleh Kartika Setyawati, Uttarasabda oleh Abimardha Kurniawan dan masih ada lagi beberapa lainnya.

Kartika setyawati meneliti naskah-naskah Merapi-Merbabu ini. Jenis naskah yang diteliti diantaranya mantra kekebalan, pengasihan, bercocok tanam, penawar racun, dan kekuatan laki-laki.

Berikut ini salah satu contoh Mantra dari naskah Merapi-Merbabu yang diteliti dan diterjemahkan oleh Kartika Setyawati. Mantra daya kekuatan laki-laki (Naskah no. 129):

Baca Juga:Apple iPhone 14 Bakal Hadir Bulan DepanCegah Gejala FOMO Kurangi Akses Media Sosial

[…]  sadewa  wingsilan  kiwa,  nakula wingsilan  t•ng•n,  bima  ri  purus,  harjuna pucuki purus, kunthi kuliting purus, madrim wuluning purus […]. 

(‘[…] Sadewa ada di buah zakar sebelah kiri, Nakula ada di buah zakar  sebelah  kanan,  Bima  di  batang kemaluan,  Harjuna  di  ujung  batang kem4luan, Kunthi di kulit batang kem4luan, Madrim di rambut kem4luan […]’).

Adanya mantra untuk “keperkasaan laki-laki” dari zaman kuno tidaklah mengherankan. Dalam prasasti-prasasti dan naskah kuno didapati berbagai jenis penyakit yang dikenal di zamannya. Banyak penyakit yang sangat ditakuti diantaranya adalah lemah syahwat. Maka wajar adanya mantra-mantra ini plus ditambah ramuan herbal dan naskah-naskah pengobatan Usada.

Menurut Setyawati, Tampaknya tiap mantra mempunyai kekhasan sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya. Pada mantra yang sama namanya pun kadang-kadang pemilihan nama tokoh/benda yang ditempatkan pada bagian badan manusia.

Bunyi sangat berperanan dalam mantra tertentu. Mantra ada yang diucapkan dan ada pula yang tidak diucapkan, bahkan ada yang harus dikidungkan (dinyanyikan).

Referensi

  1. Kriswanto, Agung. “Sejarah Koleksi Naskah Merapi-Merbabu di Perpustakaan Nasional RI”. Bidang Layanan Koleksi Khusus Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi. Perpusnas RI Diakses 7 Februari 2022.
  2. Wisnurutomo, Adi. “Berkenalan dengan Naskah Merapi-Merbabu”. etnis.id Diakses 7 Februari 2022.
  3. Setyawati, Kartika. 2006. “Mantra pada Koleksi Naskah Merapi-Merbabu”. Humaniora, Vol. 18, No. 1 Februari 2006: 63−71. neliti.com Diakses 7 Februari 2022.
0 Komentar