BPBD Kota Cirebon Tetapkan 5 Keluarahan Tanggap Bencana, Berikut Ini Daftarnya

20210929075318 IMG 1393
Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bersama-sama dengan TNI/Polri dan instansi terkait lainnya akan melakukan kerja bakti dengan membersikan drainase dan normalisasi saluran. (Dok. Humas Kota Cirebon)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Penanganan bencana alam terutama banjir yang terjadi di Kota Udang, perlu kerja sama lintas sektoral, agar permasalahan segera teratasi.

Hal ini dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Jawa Barat Andi Wibowo.

“Penanganan bencana banjir di Kota Cirebon ini memang harus ditangani secara bersama-sama dengan perangkat daerah lainnya,” kata Andi di Cirebon, Sabtu (29/10).

Baca Juga:Black Oktober Dibuka Tragedi Kanjuruhan Ditutup Halloween Itaewon, Termasuk 2 Insiden Terkelam Satu Dekade TerakhirAda Rumor Dugaan Penyalahgunaan Narkoba di Balik Tragedi Halloween di Itaewon

Menurutnya ketika semua bekerja secara bersama, maka penanganan bencana alam seperti banjir bisa teratasi secara segera. Seperti normalisasi drainase yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sungai oleh BBWS, dan penanganan setelah banjir oleh dinas terkait.

Andi mengatakan setelah terjadi banjir pada Selasa (25/10) yang mengakibatkan sejumlah jalan protokol, dan rumah warga terendam, pihaknya secara bersama-sama melakukan analisa ke lokasi kejadian.

“Usai banjir surut perangkat daerah bergerak untuk mengecek titik banjir untuk perbaikan, agar saat intensitas hujan tinggi, tidak terjadi lagi banjir dan titiknya semakin berkurang,” tuturnya.

Peran Perangkat Daerah Dan Masyarakat Menjadi Kunci

Ia menambahkan selain peran perangkat daerah, peran masyarakat juga menjadi kunci penanganan bencana alam, terutama dalam rangka mitigasi, serta penanganan dini.

Untuk itu, BPBD Kota Cirebon telah menetapkan lima kelurahan sebagai kelurahan tanggap bencana. Lima kelurahan tersebut adalah Pekiringin, Kasepuhan, Argasunya, Harjamukti dan Sukapura. Melalui lima kelurahan itu, Andi menyebutkan, pencegahan dan penanganan bencana bisa dilakukan di tingkat terbawah, yakni RT/RW hingga kelurahan. Sehingga saat ada bencana bisa ditangani lebih dini dan tidak ada korban jiwa.

“Kampung tanggap bencana ini merupakan program BNPB untuk masyarakat agar bisa memahami dan melakukan mitigasi bencana,” katanya.

Terjadinya banjir di sejumlah titik, kata Andi, sebagian besar terindikasi karena saluran air yang tersumbat. Kemudian ditambah curah hujan tinggi.

Baca Juga:Jejak Sega Jamblang, Ada Legenda Ki Antara-Tan Piau Lin dan Ki Buyut CigolerCadas Pangeran Karya Herman Willem Daendels Kini Berusia 214 Tahun

Ia memastikan logistik dan alat kesiapsiagaan bencana, telah disiapkan oleh BPBD Kota Cirebon, berupa perahu karet, tenda darurat untuk dapur umum, makanan dan alat kebutuhan tidur.

“Meskipun sudah siap semua, kami harap tidak digunakan. Karena kalau digunakan menandakan kondisi genting dan mengkhawatirkan,” katanya. (*)

0 Komentar