Cadas Pangeran Karya Herman Willem Daendels Kini Berusia 214 Tahun

foto cadas pangeran karya wijnand kerkhoff 169
Cadas Pangeran karya Wijnand Kerkhoff (Foto: Wijnand Kerkhoff)
0 Komentar

Jalan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang menjadi salah satu jalan cukup terkenal di Indonesia. Hal itu lantaran, jalan ini memiliki sejarah cukup monumental dalam pembangunannya.

Dilansir dari situs resmi Dinas Binamarga dan Tata Ruang Provinsi Jawa Barat, http://dbmtr.jabarprov.go.id, Jalan Cadas Pangeran merupakan bagian dari jaringan jalan raya pos (de grote postweg) yang membentang dari ujung barat (Anyer) sampai ujung timur Pulau Jawa (Panarukan/Banyuwangi) atau membentang sepanjang 1.044 kilo meter.

Jalan tersebut dibangun semasa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels berkuasa di tanah Hindia Belanda (Indonesia sekarang) pada 1808-1811.

Baca Juga:Sebelum Makan Tempe Mendoan, Simak Dulu SejarahnyaGoogle Doodle Peringati Tempe Mendoan, Pedangang Tahu Tempe Mogok Jualan

Kini, Jalan Cadas Pangeran sendiri memiliki dua jalur. Ada jalur lama atau jalur atas dan ada jalur baru atau jalur bawah.

Jalur atas merupakan jalan yang dibangun oleh Daendels pada 1808. Sementara jalur bawah adalah jalan yang dibangun oleh Bupati Sumedang, yakni Pangeran Aria Soeria Atmadja atau Pangeran Mekah pada 1908.

Jalan Cadas Pangeran yang memiliki tebing tinggi dan jurang yang dalam tersebut, disebut-sebut banyak memakan korban jiwa pada saat pembangunannya.

Kini sekitar 214 tahun pun telah berlalu. Jalan Cadas Pangeran menjadi salah satu jalur terpenting yang menghubungkan Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon.

Potret Jalan Cadas Pangeran tempo dulu sendiri masih terdokumentasikan dengan apik dalam sebuah buku berjudul Het Paradijs van Java atau Surga dari Jawa karya Wijnand Kerkhoff .

Buku ini merupakan antologi atau kumpulan foto-foto karya Kerkhoff yang menampilkan tentang keindahan budaya dan alam di tanah Pasundan, khususnya Sumedang. Salah satunya menampilkan 2 buah foto berjudul “Tjadas Pangeran”.

Dari salah satu foto tersebut, tampak sebuah batu cukup besar nyaris berada di tengah jalan. Kemungkinan, Jalan Cadas Pangeran pada waktu itu belum dapat dilintasi oleh mobil.

Baca Juga:Jalan Karanggetas Kota Cirebon, Berjejer Toko Emas Ditakuti PejabatPBNU Minta Pemerintah Bikin Regulasi Larangan Penyebaran Paham Wahabi

Hal itu pun seiring dengan catatan sejarah bahwa mobil pertama kali masuk ke bumi Indonesia pada tahun 1894. Orang yang membelinya, yaitu Sultan Soerakarta (sekarang Solo) Pakoe Boewono X dengan mobil bermerk Benz Victoria Phaeton yang diimpor melalui Pelabuhan Semarang.

Cadas Pangeran Terkenal Angker

0 Komentar