Misteri ‘Pria Bertelinga Kelinci’ Tragedi Hallowen di Itaewon

unnamed 2
Seorang pria yang mengenakan ikat kepala kelinci yang disebut oleh netizen sebagai pelaku utama dalam kecelakaan yang menyebabkan tragedi Itaewon / Facebook
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Menurut laporan, polisi sekarang sedang menyelidiki tuduhan bahwa sekelompok 5 hingga 6 pria dengan hiasan telinga kelinci mulai mendorong dan menyebabkan penyerbuan tragis yang menewaskan 154 orang dan melukai 132 lainnya.

Menurut situs Koreaboo, pada 31 Oktober 2022, polisi menyatakan bahwa mereka telah membentuk satuan tugas yang terdiri dari 475 petugas untuk menyelidiki tragedi Itaewon.

Menurut polisi, mereka saat ini sedang memeriksa rekaman CCTV dari kamera yang terletak di belakang Hotel Hamilton, menghadap ke gang tempat tragedi itu terjadi.

Baca Juga:Ibu Brigadir J Lipatkan Kain Ulos Hitam di Kepala, Apa Maknanya?Bukan Cerita Mitologi di Film Eragon, Mitos Ular Naga Penunggu Sanggabuana Terbukti Ada

Polisi dikatakan akan mempercepat upaya untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Di bawah kebijakan “Tinjauan Segera Bukti Digital”, daripada menunggu peninjauan, rekaman dapat segera diperiksa sebagai bukti.

Dikatakan bahwa polisi dengan hati-hati meninjau kesaksian dari para saksi untuk mengumpulkan bagaimana tragedi ini terjadi. Hal ini di tengah dugaan bahwa ada orang yang sengaja mendorong.

Seorang pengguna Twitter @jkaesthet1c juga mengenang pengalamannya terjebak di gang.

@jkaesthet1c, yang sempat “Terjebak di depan bar bernama Waikiki,” menjelaskan kerumunan di atas gang sepertinya tidak mengerti bahwa kerumunan di bawah gang semakin terhimpit dan terus mendorong hingga memburuknya situasi.

Ada juga beberapa tuduhan yang merinci siapa yang memulai dorongan tersebut. Menurut laporan, saksi mata mengklaim bahwa sekelompok 5-6 pria, yang juga termasuk orang asing termasuk di antara mereka yang menghasut dorongan tersebut.

Banyak juga yang menyerukan penyelidikan terhadap satu orang khususnya, yang memakai telinga kelinci.

unnamed 1

“Seorang pria di telinga kelinci menyuruh kami untuk mendorong,” ujar seorang saksi mata.

Baca Juga:Karyawati Buang Mayat Bayi di Toilet Pabrik Majalengka Ditangkap PolisiPejabat Mesir Membeli Nabi Yusuf dari Ayahnya, Ibu Brigadir J Singgung Kisah Potifar ke Ferdy Sambo-Putri Candrawathi

Saksi mata lainnya berkata, “Aku melihatnya menyeringai sambil mabuk dan mendorong dengan sekuat tenaga sebelum pergi.”

Menurut Um Gun Woong, seorang profesor yang mengajar Administrasi Polisi & Kebakaran di Universitas U1, jika kesaksian itu benar, pria berkuping kelinci itu akan dikenakan tuntutan atas kejahatan hingga pembunuhan.

“Jika seseorang mendorong orang lain dengan niat untuk menyakiti, ada beberapa kejahatan yang bisa dia lakukan. Penyerangan, pembunuhan, dan pembunuhan ada di meja,” tutur Um Gun Woong.

0 Komentar