CARUBAN NAGARI-Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) menggelar Seminar Moderasi Beragama mengambil tema “Mewujudkan Kebhinekaan serta Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama” bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon (26/10). Sebanyak 30 undangan dari unsur pengurus FKUB Kota Cirebon, tokoh lintas agama, dan Aparatur sipil negara (ASN) kantor kecamatan hadir.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menebarkan pesan kerukunan dan meningkatnya. Kerukunan di Kota Cirebon terjalin cukup bagus, tinggal meningkatkannya. FKUB di kota cirebon sejak kepemimpinan Kyai Uzer telah berkomitmen untuk terus menciptakan kerukunan bagi seluruh warga Kota Cirebon, hingga kini dan nanti. Demikian penjelasan Ketua FKUB Kota Cirebon Kyai Abdul Hamid
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon Saefuddin Jazuli dan penulis buku bertema moderasi beragama Syamsuddin Kadir.
Baca Juga:Kuwu Sindangjawa: Berdayakan Desa Lewat Pemanfaatan Potensi Lokal untuk Ketahanan PanganMisteri ‘Pria Bertelinga Kelinci’ Tragedi Hallowen di Itaewon
Saefuddin mengatakan bahwa moderasi beragama berkenaan dengan cara pandang masyarakat terhadap dirinya dan lingkungan di sekitarnya dalam mencintai agama sekaligus negaranya.
“Moderasi beragama adalah cara pandang di mana kita mencintai agama kita, juga mencintai negara kita,” ucapnya.
Menurut Saefuddin, ketika rasa cinta tersebut direngkuh secara adil dan berimbang, maka akan menghasilkan keselarasan dan kerukunan antarumat beragama, mengingat dalam bernegara kita tidak hanya menjumpai umat seagama melainkan juga umat dari berbagai agama.
Sementara itu Syamsudin mengatakan bahwa kedewasaan beragama dibangun oleh gerakan kultural.
“Kedewasaan beragama itu tidak hanya dibangun melalui lembaga pendidikan, tetapi juga oleh gerakan kultural,” ucapnya.
Gerakan kultural ini bersumber dari kebiasaan masyarakat yang berlangsung selama bertahun-tahun dalam menerima perbedaan sebagai bagian dari rahmat. (*)
