Kuwu Sindangjawa: Berdayakan Desa Lewat Pemanfaatan Potensi Lokal untuk Ketahanan Pangan

4ee0b5ba e317 4d28 9f2e a50fb8e723e6
Kuwu Sindangjawa, H.E. Kasturi dalam acara Sosialisasi BIOS dan Ketahananan Pangan yang akan dilaksanakan Kodim 0620 Cirebon. (Foto. Humas Desa Sindangjawa)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Ancaman krisis pangan global sudah di depan mata.Pemerintah diminta untuk menyiapkan sejumlah upaya untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan. Hal ini agar ketahanan pangan tercapai untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Kuwu Sindangjawa, H.E Kasturi mengatakan, krisis pangan dan kelaparan gizi menjadi persoalan global yang perlu diwaspadai dan memerlukan solusi berkelanjutan. Ancaman kelangkaan pangan dan krisis ekonomi dunia harus dijawab dengan peningkatan pemanfaatan potensi ekonomi dan pangan lokal di setiap desa.

Menurutnya, desa sebagai salah satu pemilik sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tangguh harus benar-benar dibangkitkan sejumlah potensi yang dimilikinya.

Baca Juga:Misteri ‘Pria Bertelinga Kelinci’ Tragedi Hallowen di ItaewonIbu Brigadir J Lipatkan Kain Ulos Hitam di Kepala, Apa Maknanya?

Sehingga ancaman langsung dari melonjaknya harga pangan, energi dan pupuk terhadap masyarakat desa, ujar Kasturi, dapat dihindari.

Sejumlah upaya dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kualitas gizi keluarga di desa dengan memanfaatkan sumber pangan lokal, tegas Kasturi, harus segera direalisasikan dan dikembangkan untuk mendukung kecukupan gizi dan daya tahan nasional.

Peningkatan pemanfaatan sumber pangan dan kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah, tambah Kasturi, diharapkan mampu mendukung tujuan ketahanan pangan dan ekonomi secara nasional.

“Tujuan ketahanan pangan di desa tentu meningkatkan ketersediaan pangan baik dari hasil produksi masyarakat desa maupun dari lumbung pangan Desa. Nah lumbung pangan Desa ini juga menjadi perhatian kita hari ini untuk antisipasi berbagai kemungkinan termasuk antisipasi perubahan iklim ekstrem,” ungkap Kuwu Sindangjawa H.E Kasturi di Saung KWT, Rabu (2/11).

Tujuan lainnya, lanjutnya, yakni meningkatkan keterjangkauan pangan bagi warga masyarakat desa. Dan, meningkatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman, higienis, bermutu, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, serta berbasis pada potensi sumber daya lokal.

Ia mengemukakan, kegiatan ketahanan pangan di desa dapat berupa infrastruktur di lokasi ketahanan pangan, bantuan sosial kepada kelompok tani, pemberdayaan kelompok tani, serta penambahan modal usaha BUMDes unit usaha ketahanan pangan.

“Kalau desa mempunyai kemauan dan tekad yang kuat untuk melakukan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki, saya yakin tidak akan terjadi krisis pangan di Indonesia, desa kuat Indonesia kuat, desa sejahtera negara sejahtera”

0 Komentar