CARUBAN NAGARI-Beberapa hari belakangan ini berbagai media massa memberitakan jalan berlubang di berbagai ruas jalan raya di Cirebon Raya, baik di Kota maupun Kabupaten Cirebon. Pemberitaan semacam itu sebetulnya bukan kasus baru, sebab sejak lama kasus semacam itu sudah terjadi. Jalan berlubang bukan saja terjadi di beberapa jalan di Kota Cirebon tapi juga di Kabupaten Cirebon. Fakta semacam itu semakin menjadi-jadi terutama pada saat musim hujan tiba: jalan berlubang dan air tergenang di ruas jalan raya. Naifnya, di sebagian tempat, kondisi seperti itu malah sudah terjadi berkali-kali, namun tak ada perbaikan jalan.
Merespon kondisi demikian tak sedikit warga pengguna jalan atau warga di sekitaran jalan yang berlubang bertanya perihal siapa yang bertanggungjawab atas kondisi jalan yang berbahaya bagi nyawa manusia tersebut. Saya sendiri tak perlu menyebut satu persatu di mana saja jalan yang berlubang di Kota dan Kabupaten Cirebon. Pembaca sendiri bisa menyaksikan bahkan merasakan sendiri di beberapa ruas jalan. Memang tak semua ruas jalan yang berlubang, namun menyepelekan yang sedikit dan kecil kadang seperti menyimpan api di dekat tampungan bensin: sengaja membakar, atau terjadi pembiaran!
Sepengetahuan saya sudah banyak penumpang dan sopir angkutan umum, pengendara mobil pribadi, pengendara motor dan pejalan kaki yang mengeluhkan kondisi semacam ini. Komentar mereka hampir sama: jalan raya di Kota dan Kabupaten Cirebon banyak yang berlubang. Bahkan kondisi semacam itu sudah terjadi sejak lama, tapi seperti tak ada yang bertindak atau menyelesaikan masalahnya. Lebih ironi lagi, seperti ada kesan pembiaran dan meremehkan pembenahan jalan. Pertanyaannya, adakah pihak berwenang yang mendengar atau merespon keluhan semacam itu?
Baca Juga:Rumor Kedekatan dengan Sejumlah Pimpinan Parpol untuk Jajaki Koalisi Pilkada 2024, Begini Jawaban Ayu SunjayaAda Beberapa Hal yang Harus Dipenuhi Ekowisata Mangrove Pengarengan, Begini Penjelasan Bupati Cirebon
Saya sendiri menyaksikan sendiri para warga yang hidup di dekat jalan raya berlubang, atau para pengguna jalan di jalan yang berlubang sekaligus becek karena air. Bayangkan saja, kerusakan atau lubang jalan sudah mulai melebar hingga separuh jalan. Kalau saja kondisi semacam itu hanya satu atau dua lubang, mungkin bisa dimaklumi. Namun kali ini berbeda, faktanya malah banyak lubang dan lubangnya cukup lebar. Sudah tak terhitung pengendara yang hampir jatuh bahkan sudah jatuh ke lubang yang berada di sebelah kiri jalan hanya karena hendak menghindar dari lubang jalan yang ada di jalan raya. Bahkan tak sedikit yang jatuh di jalan raya yang berlubang.
