Silsilah Prabu Siliwangi hingga Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Dokumen Tersimpan di Inggris

Jepretan Layar 2022 11 05 pukul 09.21.32
'Silsilah Sultan Pajajaran' dalam bahasa melayu aksara latin berjudul Dari 'Praboe Siliwangi' menjadi 'Pangeran Adipati Moehamad Djamoedin Aloeda' putra 'Pangeran Radja Nataningrat wakil Soeltan Sepoeh [dari Cirebon] taoen 1880'.
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Silsilah Prabu Siliwangi Raja Pakuan Pajajaran ke bawah hingga Pangeran Adipati Mohamad Djamaloedin Aloeda tertulis dalam dokumen berjudul  ‘Silsilah Sultan Pajajaran’ dalam bahasa melayu aksara latin berjudul Dari ‘Praboe Siliwangi’ menjadi ‘Pangeran Adipati Moehamad Djamoedin Aloeda’ putra ‘Pangeran Radja Nataningrat wakil Soeltan Sepoeh [dari Cirebon] taoen 1880’.

Dokumen tersebut menjadi referensi L.W.C. van den Berg, De inlandsche rangen en titels op Java en Madoera (Batavia, 1887) dan saat ini tersimpan di British Library, Inggris.

Amatan carubannagari.com melalui dokumen berjudul Dari ‘Praboe Siliwangi’ menjadi ‘Pangeran Adipati Moehamad Djamoedin Aloeda’ putra ‘Pangeran Radja Nataningrat wakil Soeltan Sepoeh [dari Cirebon] taoen 1880’ diketahui, silsilah Prabu Siliwangi bila ditarik ke bawah sampai sekarang masih bisa ditelusuri jejaknya.

Baca Juga:Siapakah Sultan Sepuh XII Pangeran Radja Alexander Goemelar Radja Radjaningrat? Ini Isi Naskah Silsilah Kasultanan CirebonIni Cara yang Mungkin Bisa Membedakan Ular Biasa dan Ular Jadi-jadian

Dalam dokumen tertulis dari Prabu Siliwangi Raja Pakuan Pajajaran garis ke bawah Rara Santang menikah dengan Raja Bani Israil Sultan Hoet berikutnya Syarif Maulana Hidayatullah Susuhunan Gunung Jati Cirebon (Babad Cirebon 1351 dicetak dengan tinta merah), Pangeran Pasarean menikah dengan Ratu Nyawa putri Sultan Demak, Pangeran Agung atau Pangeran Sedangkamoning menikah dengan Ratu Hanowati putri Pangeran Pase dan Ratu Ayu, Pangeran Agung atau Panembahan Ratu menikah dengan Ratu Mas Gulampok putri Sultan Pajang (Babad 1428 dicetak dengan tinta merah), Pangeran Adipati Anom atau Pangeran Adipati Cirebon disebut juga Pangeran Seda ing Mandegayam, Pangeran Putra diangkat menjadi Panembahan Ratu Pakungwati disebut juga Panembahan Girilaya (menurut buku van den Berg, Girilaya Yogyakarta meniggal 1662 (Babad 1519 dicetak dengan tinta merah),

Kemudian, dari Pangeran Putra diangkat menjadi Panembahan Ratu Pakungwati disebut juga Panembahan Girilaya garis ke bawah Pangeran Sepuh menurut buku van den Berg, menggunakan gelaran Raja Sepuh Kraton Kasepuhan Sultan Sepuh I dengan nama Tajul Ngaripin Moehammad Samsudin (Babad 1600 tahun 1662 dicetak dengan tinta merah), Pangeran Adipati Anom diangkat menjadi Sultan Sepuh II menurut buku van den Berg, menggunakan nama Tajul Ngaripin Moehammad Djamaloedin (Babad 1622 tahun 1698 dicetak dengan tinta merah),

Selanjutnya, Pangeran Adipati diangkat menjadi Sultan Sepuh III dengan nama Tajul Ngaripin Moehammad Djanidinka ke I (Babad 1645 tahun 1720 dicetak dengan tinta merah), Pangeran Sena ganti nama Sultan Tajul Ngaripin Moehammad Djanidinka ke-2 Sultan Sepuh IV,

0 Komentar