Kerabat Trah Keraton Kasepuhan: Imbauan Penutupan Loket oleh Sultan Sepuh Aloeda II Sangat Berdasar, Wisatawan Boleh Masuk Tapi Digratiskan

WhatsApp Image 2022 11 08 at 19.45.29
Gelar jumpa pers Keluarga Besar Trah Kasepuhan berkumpul (dari kiri) R. Udin Kaenudin, R. Riyanto, Tjandra Widyanta,(Kuasa Hukum) R. Gilap, Patih Anom di Omah Kulon Kraton Kasepuhan, Selasa (8/11)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Sultan Sepuh Aloeda II Rahardjo Djali mengimbau Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin untuk menutup loket masuk menuju Keraton Kasepuhan. Hal ini tertuang dalam surat yang ditujukan oleh Sultan Sepuh Aloeda II kepada Luqman Zulkaedin.

Menurut Sultan Sepuh Aloeda II, imbauan penutupan tersebut sehubungan dengan pemakaian uang tiket masuk Keraton Kasepuhan yang tidak transparan kepada keluarga besar trah Kasepuhan.

“Dikarenakan Kesultanan Kasepuhan bukan milik perseorangan, tapi milik keluarga besar Trah Kasepuhan,” ujarnya, Minggu (6/11/2022).

Baca Juga:Gugatan Kraton Kasepuhan ‘Draw’, Kuasa Hukum Sultan Sepuh Aloeda II: PN Kota Cirebon Tidak Mau Terlibat Konflik Internal Kraton Kasepuhan, Dikembalikan Secara Adat Sesuai PepakemPolisi Selidiki Penyebab Kebakaran Kantor Bapelitbang Balai Kota Bandung

Kerabat Kesultanan Cirebon dari Desa Mertasinga, Raden Udin Kaenudin mengatakan, dari putusan draw PN Kota Cirebon tersebut, pihaknya menyarankan urusan Keraton Kasepuhan dikembalikan kepada kerabat.

“Jadi dikembalikan kepada kerabat keraton. Kami menghendaki Keraton Kasepuhan harus tetap berkiprah dan dikembalikan kepada siapa yang berhak,” tuturnya.

Menurutnya, Keraton Kasepuhan milik keluarga besar, bukan milik perseorangan.

“Kami keluarga besar akan rapat besar bagaimana ke depannya Keraton Kasepuhan. Kalau begini terus tidak akan selesai. Keraton itu dibangun oleh leluhur, milik kesultanan dan itu adalah hak semua kerabat. Lihat silsilahnya. Jangan anggap keraton milik pribadi atau keluarga seseorang,” tegasnya.

Ia menambahkan, semua orang mengetahui jika Keraton Kasepuhan dibangun oleh siapa.

“Siapa yang bikin Keraton? Semua orang tahu, yaitu Pangeran Cakrabuana lalu diberikan ke Syekh Syarif Hidayatullah. Nanti kita akan gelar hukum adat, kumpul keluarga besar Astana Gunungjati kemudian menuju Keraton kasepuhan. Kami akan ada pemberitahuan resmi kepada aparat. Kami ingin mengambil hak kami sebagai pewaris Keraton Kasepuhan. Kami akan berkumpul, bermusyawarah harus bagaimana keraton ini, musyawarah,” katanya.

Sementara, Kerabat Kesultanan Kasepuhan Cirebon lainnya, Raden Riyanto mengatakan, imbauan penutupan loket menuju Keraton Kasepuhan oleh Sultan Sepuh Aloeda II sangat berdasar.

“Karena oleh mereka (PRA Luqman Zulkaedin) dikelola untuk kepentingan pribadi, bukan kepentingan keraton,” ujarnya.

Baca Juga:Istigosah Nusantara di Makorem 063/SGJ, Doakan Kedamaian DuniaPertemuan Sultan Sepuh Aloeda II-Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, Apa yang Dibahas?

Ia menambahkan, penutupan loket menuju Keraton Kasepuhan bukan berarti pihak pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan masuk.

“Para wisatawan tetap boleh masuk, tapi digratiskan,” ujarnya. (*)

0 Komentar