Sultan Sepuh Aloeda II mengatakan wayang kulit merupakan suatu kesenian tradisional yang sangat populer, begitu pula dengan di Cirebon di mana kesenian wayang kulit masih tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya.
Menurutnya,pagelaran wayang kulit itu diharapkan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap budaya nusantara. Selain itu, wujud kecintaan pemerintah kepada warga Kabupaten Cirebon dengan menghadirkan hiburan budaya.
‘’Hiburan yang bermakna bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Tontonan yang mengandung tuntunan,’’ katanya saat ditemui di Kompleks Kramat Buyut Trusmi Cirebon, Jumat (11/11).
Baca Juga:Pertemuan Sultan Sepuh Aloeda II-Pewaris Kesultanan Banjar Pangeran Yusuf Isnendar Cevi, Berikut Kisah Sultan Banjar yang Diasingkan BelandaSulit Dipahami, Ada Lautan Susu di Laut Selatan Jawa
Apalagi, lanjut Sultan Sepuh Aloeda II, kisah yang dibawakan dalam pertunjukan wayang kulit sarat dengan nilai-nilai luhur dan pesan moral. Dia ingin mengajak masyarakat menerapkan pesan moral tersebut dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
‘’Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama meramaikan peringatan Hari Wayang Cirebon dan berperan aktif dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon,’’ tuturnya
Sultan Sepuh Aloeda II berharap, masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya generasi muda, turut melestarikan kesenian dan kebudayaan. Generasi muda juga harus bangga dengan kesenian dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
‘’Harus bangga dan ikut melestarikan kebudayaan di Indonesia khususnya Cirebon,’’ pungkasnya. (*)
