CARUBAN NAGARI-Peringatan Hari Wayang Nasional setiap 7 November berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2018, tertanggal 17 Desember 2018. Melalui Keppres itu, pemerintah menetapkan setiap pada tanggal 7 November memperingati Hari Wayang Nasional (HWN).
Salah satu pertimbangan penetapan Hari Wayang Nasional adalah wayang telah tumbuh dan berkembang menjadi aset budaya nasional yang memiliki nilai sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa Indonesia. Penetapan itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap wayang Indonesia.
Tepat pada 17 Desember 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional.
Baca Juga:Pertemuan Sultan Sepuh Aloeda II-Pewaris Kesultanan Banjar Pangeran Yusuf Isnendar Cevi, Berikut Kisah Sultan Banjar yang Diasingkan BelandaSulit Dipahami, Ada Lautan Susu di Laut Selatan Jawa
“Menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional,” bunyi diktum KESATU Keppres tersebut.
Ditegaskan dalam Keppres tersebut, Hari Wayang Nasional bukan hari libur.
“Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi diktum KETIGA Keppres Nomor 30 Tahun 2018, yang telah ditetapkan di Jakarta pada tanggl 17 Desember 2018.
Wayang merupakan suatu kesenian yang dimiliki oleh berbagai daerah dengan ciri khasnya masing – masing, di antaranya adalah wayang kulit, wayang golek, dan wayang suket yang kesemuanya memiliki ciri khasnya sendiri. Di Cirebon juga ada kesenian wayang kulit yang memiliki perbedaan dari daerah lainnya di Indonesia, wayang juga berperan penting dalam penyebaran Islam di daerah Cirebon yang dilakukan oleh Wali Songo sehingga masyarakat lebih mudah menerimanya.
Sejarah dari adanya pertunjukan wayang kulit di Cirebon bermula dari datangnya Sunan Kalijaga yang menyiarkan agama Islam pada masyarakat yang ada di Cirebon, untuk mempermudah dakwahnya ini dan agar agama Islam lebih dapat diterima oleh masyarakat maka Sunan Kalijaga berdakwah dengan menggunakan pertunjukan wayang kulit sebagai media dakwahnya untuk menyebarkan agama Islam.
Wayang kulit merupakan kesenian tradisional yang mana berkembang dengan sangat pesat pada masa Kesultanan Cirebon, berdasarkan manuskrip yang ada, pementasan wayang kulit sering diadakan pada berbagai acara – acara penting yang ada di keraton seperti penyambutan tamu, sedangkan pementasan yang dilakukan di tengah – tengah masyarakat juga dilakukan sebagai hiburan untuk semua kalangan.
