Menurut Sultan Sepuh Aloeda II perpaduan lontong, daun singkong, dan tauge menjadi paduan bahan yang membuat penganan yang satu ini begitu menggugah selera saat disajikan. Apalagi siraman kuah yang terbuat dari oncom menambah segar citarasa kuliner khas kota Cirebon ini.
“Kuah yang hangat, kerupuk yang renyah serta parutan kelapa di bagian atasnya menjadikan docang adalah salah satu kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota Cirebon,” ungkapnya.
Kuliner Cirebon ini sangat khas karena tidak sama dengan corak makanan Jawa Barat pada umumnya namun juga berbeda dari olahan khas Jawa Tengah. Kuliner Cirebon seperti memiliki identitas otentiknya sendiri.
Baca Juga:Bahasa Daerah Terancam Hilang, Sultan Sepuh Aloeda II: Tanamkan Bahasa Cirebon Sejak DiniPenggunaan Basa Cerbon Minim, Bahasa Cirebon: Jawa atau Sunda?
Ia berharap docang sebagai kuliner Cirebon yang telah memiliki identitas otentik dan diyakini berhubungan dengan wali songo dalam menyiarkan agama Islam di kawasan Cirebon dan sekitarnya ini dapat terjaga.
“Docang benar-benar otentik. Daun singkongnya terasa segar sementara taugenya cukup renyah di mulut. Ada sedikit jejak rasa legit yang berasal dari oncom, sementara parutan kelapanya membuat semakin gurih,” pungkasnya. (*)
