CARUBAN NAGARI-Siapa yang tidak kenal dengan Rahardjo Djali? Putra pertama dari Ratu Mas Dolly Manawijah putri Sultan Sepuh XI Keraton Kasepuhan Cirebon Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda ini bikin minat generasi milenial terhadap sejarah Cirebon semakin meningkat.
Pria yang muncul dalam video yang berdurasi sekitar 40 detik itu, saat melakukan penggembokan di pintu Bangsal Dalem Arum Keraton Kasepuhan Cirebon hingga diangkat menjadi Sultan di Keraton Kasepuhan Cirebon dengan gelar Sultan Sepuh Aloeda II ini berhasil menyita perhatian publik hingga kini.
Saat dijumpai di salah satu pusat perbelanjaan kota Cirebon, Sultan Sepuh Aloeda II bersama Permaisuri Raden Ayu Media Widayanti terlihat menyatu dengan pelaku usaha UMKM kuliner Cirebon. Sultan Sepuh Aloeda II memesan docang Cirebon, kuliner legendaris yang disukai wali songo.
Baca Juga:Bahasa Daerah Terancam Hilang, Sultan Sepuh Aloeda II: Tanamkan Bahasa Cirebon Sejak DiniPenggunaan Basa Cerbon Minim, Bahasa Cirebon: Jawa atau Sunda?
Docang dikenal sejak abad ke-15. Dalam sejarahnya, makanan ini awalnya dibuat sekelompok orang yang tidak menyukai kegiatan dakwah Islam yang dilakukan Wali Songo. Sehingga mereka membuat makanan yang di dalamnya mengandung racun.
Namun, saat dihidangkan kepada Wali Songo yang sedang berkumpul di Mesjid Agung Sang Cipta Rasa, racun yang dicampurkan ke dalam makanan tersebut tidak bereaksi atau tidak berpengaruh. Malah sebaliknya, setelah memakan hidangan itu, para Wali Songo justru menyukainya.
Nama docang sendiri merupakan singkatan dari godogan kacang yang berarti air rebusan kacang yang dihaluskan. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa docang ini berasal dari bahasa Cirebon yang merupakan singkatan dari bodo (baceman) dari oncom dan kacang hijau yang dijadikan tauge.
Seiring berjalannya waktu, docang semakin populer dan dapat kita temukan di sekitar wilayah Cirebon hingga saat ini.
Docang sendiri adalah makanan khas Cirebon yang terdiri dari potongan lontong, irisan sayur-sayuran dan parutan kelapa. Semua bahan yang telah tercampur tadi kemudian disiram dengan kuah yang terbuat dari campuran oncom.
Beberapa sayur-sayuran yang terdapat pada docang antara lain daun singkong, duan pepaya dan tauge yang sebelumnya sudah direbus. Tidak ketinggalan, dalam penyajiannya docang selalu dihidangkan dengan remasan kerupuk putih.
