Surat-Surat Ratu Sofi Djohariah Putri Sultan Aluda Sultan Sepuh XI Ungkap Sosok Alexander di Kraton Kasepuhan

Jepretan Layar 2022 11 26 pukul 07.48.22 11zon
Surat-Surat Ratu Sofi Djohariah Putri Sultan Aluda Sultan Sepuh XI (IST)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Polemik di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, cukup menarik perhatian banyak pihak, tak terkecuali para akademisi dan sejarawan. Periode setelah wafatnya Sultan Sepuh XI atau Sultan Aluda Tajul Arifin hingga kini menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Kraton Kasepuhan. Dalam Historiografi Cirebon fase ini dianggap sebagai ‘sejarah peteng’.

Salah satu tema perbincangan terkait periode ‘sejarah peteng’ adalah tentang silsilah Sultan Sepuh XI atau Sultan Aluda Tajul Arifin dan Alexander naik tahta menjadi Sultan Kasepuhan ke XII, dengan gelar Sultan Sepuh Raja Rajaningrat.

Mengutip naskah Silsilah Kasultanan Cirebon Naskah Kraton Kasepuhan disebutkan bahwa Sultan Sepuh XI atau Sultan Aluda Tajul Arifin melangsungkan pernikahan dua kali, yakni dengan Ratu Rajapamerat dan Nyimas Rukijah. Pernikahan Sultan Sepuh XI atau Sultan Aluda Tajul Arifin yang kedua dilakukan setelah istri pertama beliau wafat. Dengan kata lain, Sultan Sepuh XI atau Sultan Aluda Tajul Arifin tidak melakukan poligami.

Baca Juga:Gempa Guncang Batavia, Pelabuhan Sunda Kelapa di Muara Ciliwung Terendam Pasir dan LumpurIcip Docang Kuliner Legendaris yang Disukai Wali Songo, Sultan Sepuh Aloeda II: Identitas Otentik Cerbon

Persoalan kemudian, setelah Sultan Sepuh XI atau Sultan Aluda Tajul Arifin wafat tahun 1942, yang menduduki tahta sebagai Sultan Kasepuhan adalah Sultan Sepuh XII Pangeran Radja Alexander Goemelar Radja Radjaningrat. Nama yang tidak memiliki nasab dengan Sultan Sepuh XI atau Sultan Aluda Tajul Arifin.

Siapakah Sultan Sepuh XII Pangeran Radja Alexander Goemelar Radja Radjaningrat? Dari mana asalnya? Bagaimana proses atau latar belakang yang menyebabkan Sultan Sepuh XII Pangeran Radja Alexander Goemelar Radja Radjaningrat menjadi sultan? Apa korelasinya dengan pemerintah kolonial yang berkuasa?

“Setumpuk pertanyaan penting yang harus dijawab oleh para pegiat sejarah, karena fase tahun 1942-1969 menjadi salah satu fase penting peralihan kekuasaan dari Hindia Belanda ke pendudukan Jepang. Mengapa pula ada nama Alexander? Sebuah nama yang sangat kental dengan tradisi Barat,” ungkap pegiat sejarah Bondhan W, Minggu (27/11).

Sebuah catatan penting tentang sosok Alexander dapat diketahui dari tiga surat Ratu Sofi Djohariah putri Sultan Aluda Sultan Sepuh XI dari istri yang bernama Nyimas Rukiyah. Ia lahir 20 Mei 1926 di Cirebon. Semasa hidupnya mengajar di Perguruan Taman Siswa Cirebon, fasih berbahasa Belanda dan Inggris. Selama hidup Ratu Sofi Djohariah tidak pernah menikah dan wafat bulan Maret 2013

0 Komentar