Menguak Misteri Makam Telik Sandi Era Ki Gede Dawuan di Blok Wuni Desa Dawuan Cirebon

Kemit Tutul bersama warga Blok Wuni menunjukkan salah satu makam kuno yang berlambang purnama sidhi (IST)
Kemit Tutul bersama warga Blok Wuni menunjukkan salah satu makam kuno yang berlambang purnama sidhi (IST)
0 Komentar

Dari penelusurannya juga, salah satunya khusus Cirebon dengan kesejarahan yang mengaitkan Mataram Islam, Demak, VOC, Malaka, dan Banten. Wilayah-wilayah ini ternyata bersaudara dengan Amangkurat yang pada akhirnya dipecah belah.

Sampai akhirnya menjadi tiga kerajaan atau tiga keraton, yaitu kesepuhan, kanoman, dan kecirebonan. Sampai sekarang sudah menjadi peninggalan budaya yang masih dirawat, dipelihara dan menjadi objek wisata.

Dijelaskannya, sistem toponimi administratif di Kabupaten Cirebon tersebut memiliki keterkaitan erat dengan ketokohan Sunan Gunungjati yang bernama Syarif Hidayatullah. Untuk segi linguistik, sejarah, dan budaya, di wilayah kabupaten ini memperlihatkan jejak rekam penyebaran agama Islam dan pengaruh Sunan Gunungjati (Kesultanan Cirebon), serta dalam pemerintahan dan kehidupan masyarakat di wilayah ini.

Baca Juga:Ditemukan Makam Penasehat Ki Gede Dawuan di Blok Wuni Desa Dawuan, Wisata Religi Kabupaten CirebonMakam Berlambang Purnama Sidhi Era Mataram Islam di Kompleks Pemakaman Blok Wuni Dawuan Cirebon

“Toponimi bukan hanya sebagai identitas geografis, melainkan juga sebagai media pelestari sejarah dan budaya Islam di Jawa Barat,” pungkasnya.

Diantaranya, Blok Wuni, Desa Dawuan Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon, ditemukan keberadaan sejumlah makam kuno dan keramat. Hingga kini rupanya belum ada niat dari pihak pemerintah untuk menggali situs-situs sejarah tersebut.

Budaya tutur yang tersimpan penduduk setempat memprediksi makam tersebut merupakan kubur seorang tokoh yang memiliki permahaman keagamaan yang sangat tinggi.

Jika dilihat lokasi Blok Wuni tak jauh dari desa Kemlaka. WIlayah ini pertama kali dibuka oleh Raden Mas Zakaria atau Ki Gede Buyut Kemlaka, yang bergelar Ki Muntalarasa.

Kemlaka merupakan salah satu daerah penyangga dari perkembangan Islam yang sangat pesat di daerah Cirebon. Peran serta Ki Gede Kemlaka, dalam syiar Islam sangat dihormati oleh penguasa Cirebon, sehingga daerah Kemlaka dijadikan daerah istimewa dalam lingkungan Kerajaan Cirebon.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan apa dan siapa yang terkubur di balik makam tersebut,” tutur Kemit, yang akrab disapa Tutul, Jumat (21/8).

Namun budaya tutur yang beredar di masyarakat setempat, makam itu adalah sosok telik sandi dan penasehat Ki Bagus Jafar atau Ki Gede Dawuan, tokoh yang terkait dengan sejarah desa Kemlakagede, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

0 Komentar