Ditemukan Makam Penasehat Ki Gede Dawuan di Blok Wuni Desa Dawuan, Wisata Religi Kabupaten Cirebon

Kuwu Desa Dawuan H Amirrudin bersama Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia (IST
Kuwu Desa Dawuan H Amirrudin bersama Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia (IST)
0 Komentar

KEBERADAAN sejumlah makam kuno masih menyisakan misteri bagi masyarakat terutama warga Blok Wuni Desa Dawuan Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon. Meski begitu, keberadaan makam-makam kuno ditetapkan sebagai wisata dan cagar budaya. Demikian pernyataan Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Cirebon Raya, Heru Subagia saat menyambangi Blok Wuni.

“Saya mengetahui kabar soal sejumlah makam kuno ini dari media. Apalagi lokasi keberadaan sejumlah makam kuno di Blok Wuni ini tak jauh dari kediaman Bupati Cirebon Imron,” tandasnya, Kamis (21/8).

Karena itulah, Heru mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Cirebon peduli terhadap keberadaan situs makam-makam kuno tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya, supaya bisa mendapatkan perawatan, dan juga mengetahui tentang siapa tokoh-tokoh di balik makam tersebut.

“Biar bisa terawat, karena ini makam bersejarah,” jelasnya.

Baca Juga:Makam Berlambang Purnama Sidhi Era Mataram Islam di Kompleks Pemakaman Blok Wuni Dawuan CirebonPertama Kalinya Sepanjang Sejarah Blok Wuni, Terungkap Nama Pohon di Kompleks Makam

Keberadaan makam kuno tersebut bisa ditetapkan sebagai cagar budaya, lanjut Heru, maka akan bisa dijadikan sebagai wisata religidan sejarah. Dengan begini, maka perekonomian masyarakat khususnya Blok Wuni Desa Dawuan akan terbantu, dan situs-situs bersejarah akan tetap terpelihara.

“Kita tetap mendukung dalam upaya mewujudkan wisata religi di sini, dan melestarikan makam-makam keramat,” pungkasnya.

Sementara, Kuwu Dawuan H. Amirrudin S.Pdi menyatakan benda cagar budaya yang harus dijaga dan dirawat.

“Hal ini bisa menjadi aset desa untuk dijadikan kawasan wisata religi. Dengan adanya kawasan wisata religi tentunya akan mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar,” tandasnya.

Amirrudin berkomitmen untuk mengembangkan sejumlah objek wisata religi menjadi destinasi unggulan di daerah sebagai upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga.

Diketahui, jika dilihat lokasi Blok Wuni tak jauh dari desa Kemlaka. WIlayah ini pertama kali dibuka oleh Raden Mas Zakaria atau Ki Gede Buyut Kemlaka, yang bergelar Ki Muntalarasa.

Kemlaka merupakan salah satu daerah penyangga dari perkembangan Islam yang sangat pesat di daerah Cirebon. Peran serta Ki Gede Kemlaka, dalam syiar Islam sangat dihormati oleh penguasa Cirebon, sehingga daerah Kemlaka dijadikan daerah istimewa dalam lingkungan Kesultanan Cirebon

Baca Juga:Dimanakah Letak Ibu Kota Majapahit?Masyarakat Adat Nusantara Memaknai 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia

“Sampai sekarang belum ada kejelasan apa dan siapa yang terkubur di balik makam tersebut,” tutur Kemit, yang akrab disapa Tutul, Kamis(21/8).

0 Komentar