BAGI orang Indonesia, makam menempati posisi sakral. Ia juga jadi lambang akulturasi pelbagai kebudayaan. Namun sayangnya jejak lain Sunan Gunung Jati dalam melakukan syiar Islam di Cirebon banyak yang terbengkalai.
Hingga kini rupanya belum ada niat dari pihak pemerintah untuk menggali situs-situs sejarah tersebut. Situs-situs yang dimaksud adalah keberadaan sejumlah makam kuno yang tersebar di beberapa desa di Cirebon.
Misalnya di kawasan padat penduduk dalam wilayah Dawuan di tempat pemakaman Blok Wuni terdapat makam yang diperlukan penelitian lebih lanjut.
Baca Juga:Pertama Kalinya Sepanjang Sejarah Blok Wuni, Terungkap Nama Pohon di Kompleks MakamDimanakah Letak Ibu Kota Majapahit?
Budaya tutur yang tersimpan penduduk setempat memprediksi makam tersebut merupakan kubur seorang tokoh yang memiliki permahaman keagamaan yang sangat tinggi.
Jika dilihat lokasi Blok Wuni tak jauh dari desa Kemlaka. WIlayah ini pertama kali dibuka oleh Raden Mas Zakaria atau Ki Gede Buyut Kemlaka, yang bergelar Ki Muntalarasa.
Kemlaka merupakan salah satu daerah penyangga dari perkembangan Islam yang sangat pesat di daerah Cirebon. Peran serta Ki Gede Kemlaka, dalam syiar Islam sangat dihormati oleh penguasa Cirebon, sehingga daerah Kemlaka dijadikan daerah istimewa dalam lingkungan Kerajaan Cirebon.
“Sampai sekarang belum ada kejelasan apa dan siapa yang terkubur di balik makam tersebut,” tutur Kemit, yang akrab disapa Tutul, Senin (18/8).
Namun, saat tim caruban nagari menelusuri, tampak terlihat jelas batu nisan dengan gaya Mataram Islam yang dihiasi dengan motif purnama sidhi kemungkinan besar merujuk pada nisan dari era Kesultanan Mataram Islam.
Motif purnama sidhi, yang merupakan simbol bulan purnama, sering ditemukan pada seni dan budaya Jawa, termasuk pada nisan kubur. Ini menunjukkan adanya pengaruh budaya Hindu-Buddha yang terakulturasi dengan Islam pada masa itu.
Motif bulan purnama (purnama sidhi) adalah simbol yang umum dalam budaya Jawa, sering dikaitkan dengan kesuburan, keagungan, dan siklus kehidupan. Penggunaannya pada batu nisan menunjukkan akulturasi antara budaya Hindu-Buddha dan Islam.
Baca Juga:Masyarakat Adat Nusantara Memaknai 80 Tahun Kemerdekaan IndonesiaMengapa Logo Perkumpulan Rahasia Itu Ada di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati?
Motif purnama sidhi pada batu nisan bisa jadi memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat pada masa itu. Bisa jadi berkaitan dengan siklus kehidupan, kematian, dan kehidupan setelah mati.
