Menguak Misteri Makam Telik Sandi Era Ki Gede Dawuan di Blok Wuni Desa Dawuan Cirebon

Kemit Tutul bersama warga Blok Wuni menunjukkan salah satu makam kuno yang berlambang purnama sidhi (IST)
Kemit Tutul bersama warga Blok Wuni menunjukkan salah satu makam kuno yang berlambang purnama sidhi (IST)
0 Komentar

DATANGNYA Ajaran Islam ke daerah Cirebon dibawa oleh para ulama yang berpusat di daerah Muara Jati. Raden Walang sungsang yang diperintahkan oleh Syekh Dathul Kafhi untuk membuka lahan di sekitar Lemah Wungkuk sekarang dikenal sebagai daerah Tegal Alang-alang, untuk menyebarkan Ajaran Islam ke daerah selatan Cirebon, pada saat itu masih termasuk ke dalam kekuasan Galuh Pajajaran.

Penamaan Tegal Alang-Alang tidak terlepas dari kondisi tempat pada saat itu, yang banyak ditumbuhi sejenis rumput alang-alang. Perkembangan agama Islam sangat pesat setelah Syekh Syarif Hidayatullah memegang tampuk kekuasan di Kerajaan Cirebon.

Perkembangan ini bukan hanya kekuasaan secara politik, tetapi juga secara sosial budaya. Untuk menunjang ekspansi kekuasaan perlu adanya daerah-daerah yang dikuasai. Pembukaan lahan untuk pemukiman penduduk perlu adanya nama tempat untuk daerah tersebut. Penamaan suatu daerah tidak terlepas dari sejarah budaya daerah tersebut.

Baca Juga:Ditemukan Makam Penasehat Ki Gede Dawuan di Blok Wuni Desa Dawuan, Wisata Religi Kabupaten CirebonMakam Berlambang Purnama Sidhi Era Mataram Islam di Kompleks Pemakaman Blok Wuni Dawuan Cirebon

Asal-usul nama tempat di Kabupaten Cirebon tidak terlepas dari peran Pangeran Cakrabuana dan Syekh Syarif Hidayatullah. Panamaan satu tempat banyak yang berasal dari petatah petitih yang diucapkan oleh Pangeran Cakrabuana dan Syekh Syarif Hidayatulllah.

Nama-nama tempat tersebut bisa terjadi hasil pekerjaan orang, perasaan orang, keadaan alam, sejenis nama pohon atau pun nama-nama benda yang ada pada saat daerah tersebut ditemukan

Nani Darheni, Peneliti Peneliti Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra BRIN, mengungkap sosok Sunan Gunungjati pada nama-nama Desa dan Kelurahan di Kabupaten Cirebon. Kota Cirebon terletak di Provinsi Jawa Barat yang merupakan kota yang terbentuk akibat keberadaan sebuah Kerajaan.

Bekas peninggalan kerajaan di masa lampau tersebut masih berdiri sendiri hingga saat ini dalam bentuk keraton, baik bangunannya maupun warisan budaya dalam bentuk cerita rakyat yang terdapat di dalam penamaan tempat administratif.

Dari hasil risetnya di lapangan, digolongkan ke dalam data foklor, yakni cerita rakyat, legenda, babad, dan sebagainya. Bersumber dari 424 wilayah desa atau kelurahan, dan 22 kecamatan di Kabupaten Cirebon, atau terdapat sekitar 17,5% penamaan wilayah desa-kelurahan di wilayah tersebut. Hal itu menunjukkan rekam jejak ketokohan Sunan Gunungjati.

0 Komentar