Nyi Mas Utari, Mata-Mata Mataram Sukses Membunuh Gubernur VOC Jan Pieterszoon Coen

Makam Raden Ayu Utari Sandi Jaya Ningsih di Desa Keramat, Tapos, Bogor, Jawa Barat
Makam Raden Ayu Utari Sandi Jaya Ningsih di Desa Keramat, Tapos, Bogor, Jawa Barat
0 Komentar

Empat hari sebelum kematian JP Coen, Eva Ment, istrinya, telah meninggal lebih dulu dalam kondisi hamil tua. Eva Ment dibunuh oleh Sandi Utari dengan menggunakan racun arsenik. Kedekatan di antara keduanya memudahkan Sandi untuk menjalankan misinya tersebut.

Kematian Eva dan anaknya, membuat JP Coen sedih dan tertekan, kondisi ini kemudian dimanfaatkan untuk membunuh orang nomer satu VOC tersebut. Pada hari kematiannya, JP Coen dibuat mabuk oleh Raden Ayu Utari dalam sebuah pesta minuman keras di kastilnya. Kondisi psikologis yang sedang labil akibat kematian anak dan istrinya, membuat sang jenderal lepas kendali dan gampang diperdaya.

Pada tanggal 20 September 1629 dii tengah mabuknya, Raden Ayu Utari berhasil membuat JP Coen yang lengah, tergoda untuk memperkosanya. Saat Raden Ayu Utari akan diperkosa di dalam kamar JP Coen itulah, Mahmudin tiba-tiba masuk, membunuh dan memenggal kepalanya. Setelah itu, kepala JP Coen segera dibawa keluar kastil, kepala ini kemudian dibawa ke Mataram oleh divisi Tumenggung Surotani untuk diserahkan kepada Sultan Agung.

Baca Juga:Jalan Kuno Pajajaran-Majapahit di Kawasan Hutan Poros Ciamis-Banjar, Ada Punden Berundak Mengarah KiblatRitual Ruwatan Bangsa di Candi Ngawen

Sementara itu, kastil JP Coen telah berubah menjadi arena perang. Pasukan Mataram yang menyusup telah melakukan sabotase, sementara di luar, pasukan lainnya telah mengepung kastil. Pada saat itu, dalam penyerangan sabotasenya, pasukan Mataram yang menyusup menggunakan bahan peledak untuk menimbulkan shock dan kepanikan di dalam benteng. menurut kisah , peledak itulah yang membunuh Raden Ayu Utari.

Mahmudin berhasil keluar dari Batavia sambil membopong jenazah Raden Ayu Utari hingga wilayah Desa Keramat, Tapos , Depok di tempat itulah Raden Ayu Utari dimakamkan.

Kematian Utari Sandi memang tragis, sama tragisnya dengan kisah cinta antara Rara Pembayun dengan Ki Ageng Mangir, kakek dan neneknya. Mengapa, kematian JP Coen versi cerita ini hampir tidak pernah terangkat ke publik. Bisa jadi VOC menutupinya dengan alasan politis dan pencitraan agar kebesaran nama JP Coen dan VOC saat itu tidak tercoreng. Sedang dari pihak Kerajaan Mataram, bisa jadi kepahlawanan Raden Ayu Utari Sandijayaningsih tidak diungkap karena ia adalah keturunan Ki Ageng Mangir.

0 Komentar