Momentum Rakerwil IV AAI Jawa Barat di Hotel Savoy Homann, Arsiparis: Ada Semangat Kesejarahan

Arsiparis Ahli Madya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Abdul Rauf Hamidi, S.IP
Arsiparis Ahli Madya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Abdul Rauf Hamidi, S.IP., M.AP dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IV Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Wilayah Provinsi Jawa Barat dengan tema “Transformasi Kompetensi dan Pengembangan Karir Jabatan Fungsional Arsiparis” di Hotel Savoy Homann, Bandung pada Kamis (27/11).
0 Komentar

ARSIPARIS adalah orang-orang yang bekerja di balik layar, menjaga dan merawat dokumen-dokumen penting agar tetap terjaga sepanjang masa.

Tanpa arsiparis, dokumen-dokumen sejarah, data-data penting, hingga surat-surat berharga mungkin akan hilang tak berbekas. Bisa dibayangkan, betapa kacaunya dunia ini tanpa keberadaan arsiparis.

Dengan memahami pentingnya kearsipan, Indonesia dapat menghargai warisan budayanya dan memastikan bahwa cerita akan tetap hidup untuk generasi mendatang. Sebuah dunia yang lebih kaya dan berpengetahuan menunggu untuk dijelajahi melalui kekayaan arsip.

Baca Juga:Keberadaan Benda-Benda Berharga Ini Masih Misterius dan Paling DicariSejumlah Situs Bersejarah Bawah Tanah: Labirin Nazi hingga Tempat Paling Berhantu di Amerika Serikat

Peran arsiparis tidak hanya sebatas penjaga ‘gudang’ dokumen. Arsiparis, garda terdepan menjaga memori kolektif bangsa, akuntabilitas kinerja pemerintah, menyediakan informasi cepat, valid bagi masyarakat dan pengambilan keputusan.

Hal tersebut terungkap dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Nanin Hayani Adam saat pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IV Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Wilayah Provinsi Jawa Barat dengan tema “Transformasi Kompetensi dan Pengembangan Karir Jabatan Fungsional Arsiparis” di Hotel Savoy Homann, Bandung pada Kamis (27/11).

Bersama semangat “CEKAS” CErmat, Kompeten, Akuntabel, Solid, diipilihnya Hotel Savoy Homann untuk mempertemukan para arsiparis, pengelola arsip, dan pemangku kepentingan kearsipan dari berbagai instansi di Jawa Barat, menurut Arsiparis Ahli Madya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Abdul Rauf Hamidi, S.IP., M.AP., tempat menginapnya para pemimpin dunia pada saat gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 yang lalu. “Ada semangat mengunggah kesejarahan,” ujarnya saat ditemui.

Dalam momentum bersejarah ini, dilakukan penyerahan Golden Book yang merupakan salah satu aset sejarah paling berharga milik Hotel Savoy Homann kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat untuk proses alih media dan pelestarian arsip.

Golden Book tersebut memuat catatan tamu-tamu penting yang pernah menginap di Savoy Homann sejak masa awal operasinya, termasuk tokoh-tokoh nasional maupun internasional yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah hotel dan Kota Bandung.

Penyerahan simbolis dilakukan di Grand Ballroom Hotel Savoy Homann, disaksikan oleh para peserta rapat kerja dan perwakilan instansi terkait. Langkah ini menegaskan komitmen Hotel Savoy Homann dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan sejarah, sekaligus mendukung Dispusipda Jawa Barat dalam upaya memastikan arsip bersejarah dapat terdokumentasikan secara profesional sesuai standar kearsipan modern.

0 Komentar