Bagaimana Sunda-Galuh Mengambil Alih Jawa Barat dari Pengaruh Sriwijaya?

Jejak Kerajaan Sunda di Garut . (Source: Instagram/@hugetfoto)
Jejak Kerajaan Sunda di Garut . (Source: Instagram/@hugetfoto)
0 Komentar

Sosok Sanjaya bagi beberapa peneliti seperti Agus Aris Munandar dkk. dalam Bangunan Suci Sunda Kuna (2011) misalnya, dianggap identik dengan Maharaja Sanjaya yang disebut dalam Prasasti Canggal (732 M) sebagai Raja Mataram Kuno. Rupanya, dalam teori ini pendiri dari Kerajaan Mataram Kuno adalah pemersatu Kerajaan Sunda dan Galuh.

Lantas bagaimana Kerajaan Sunda-Galuh bisa menjadi suksesor Kerajaan Tarumanegara? Djafar dalam artikelnya menduga bahwa Sunda dan Galuh awalnya merupakan negeri bawahan Tarumanegara. Keduanya yang berada di pedalaman secara politis tidak terkait langsung dengan Tarumanegara yang berada di pesisir, sehingga ketika Tarumanegara melemah akibat diserang Sriwijaya, kedua negeri pedalaman ini bangkit menjadi kekuatan politik utama.

Hingga ketika Sriwijaya tidak lagi mampu mencengkeram pos politik mereka di Jawa bagian barat, kekuasaan itu kemudian diserahkan pada kekuatan Sunda dan Galuh yang sudah mapan.

Baca Juga:Mas Bei Kertowidjojo, Perajin Solo yang Gemparkan Pasar Seni BelandaApa Isi Prasasti Damalung? Artefak Bersejarah yang Dipulangkan Belanda ke Indonesia

Dengan demikian, peristiwa pengembalian kekuasaan dari Sriwijaya ke Sunda-Galuh merupakan titik balik dalam historiografi Jawa bagian barat. Keberadaan Jayabhupati dalam Prasasti Sanghyang Tapak, misalnya, menurut Danasasmita dalam Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi (2015) identik dengan tokoh Rakeyan Darmasiksa dalam naskah Carita Parahyangan.

Selain karena Darmasiksa merupakan satu-satunya Raja Sunda yang diasosiasikan secara langsung dengan Wisnu dalam Carita Parahyangan, penggambaran raja ini dengan Jayabhupati sebagaimana disebut Danasasmita juga mirip.

Darmasiksa digambarkan memiliki program pembangunan kabuyutan (daerah suci) yang paling masif dalam Carita Parahyangan. Apabila teori Danasasmita ini dianggap benar, maka program besutan Jayabhupati atau Darmasiksa bisa dipandang sebagai upaya pemulihan kekuasaan Sang Prabu setelah didudukinya wilayah Jawa bagian barat oleh Sriwijaya.

0 Komentar