Revolusi Amerika Serikat tidak hanya melahirkan negara AS, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persamaan hak termasuk bagi para budak. Pengaruh revolusi ini pun meluas ke belahan dunia lain, bahkan hingga daratan Eropa. Gaung kebebasan dan kesetaraan menerbitkan perubahan besar di berbagai tempat.
Di Prancis, api revolusi menjalar sedari 1789-1799. Yuliani dalam buku Pemikiran-Pemikiran yang Melandasi Revolusi-Revolusi Besar Dunia (2020) menjelaskan Revolusi Amerika memicu belokan sejarah yang mengubah Prancis untuk selamanya. Gerakan revolusioner Prancis lantas memaksa Raja Louis XVI turun takhta lantaran dinilai keji dan mengabaikan keselamatan rakyat.
Di Amerika Selatan, Argentina berhasil merdeka dari kolonialisme Spanyol pada 1816. Sementara di Haiti, revolusi koloni budak kulit hitam menumbangkan kolonialisme Prancis, yang diikuti dengan deklarasi kemerdekaan pada 1 Januari 1804.
