Revolusi Amerika dan Pengaruh Besarnya terhadap Demokrasi Dunia

Revolusi Amerika (britannica.com)
Revolusi Amerika (britannica.com)
0 Komentar

Kelompok revolusionis tidak tinggal diam. Mereka mengirim delegasi dari beberapa daerah federasi koloni. Di antaranya George Washington dan Patrick Henry dari Virginia, Samuel dan John Adams dari Massachusetts, serta John Jay dari New York. Para delegasi ini berangkat ke Philadelphia pada September 1774 guna menghadiri Kongres Kontinental I.

Dalam kongres tersebut, suara yang dominan baru penentangan pada undang-undang perpajakan dan rekonsiliasi. Inggris dituding tidak pernah melibatkan delegasi koloni di tiap ketetapan. Karena itu, deklarasi hak asasi dikumandangkan demi menggalang kesetaraan perlakuan. Perwakilan dari 13 koloni kemudian sepakat menggelar Kongres Kontinental II pada Mei 1775.

Namun, sebelum kongres kedua terjadi, pertikaian telah pecah pada malam 18 April 1775. Ratusan barikade tentara Inggris melucuti gudang senjata di Boston dan Concord. Seorang patriot revolusi bernama Paul Revere dari Boston, menunggangi kuda tunggal di malam hari, demi menggaungkan sirene tanda perang kepada rakyat. Salah satu memoar patriotismenya direkam dalam puisi Henry Wadsworth Longfellow yang berjudul Paul Revere’s Ride (1860).

Baca Juga:Runtuhnya Kerajaan Sunda, Dari Raja-Raja Bermasalah hingga Tekanan Pesisir Utara JawaBagaimana Sunda-Galuh Mengambil Alih Jawa Barat dari Pengaruh Sriwijaya?

Pasukan revolusionis lokal akhirnya bentrok dengan tentara Inggris di Concord dan Lexington mulai 19 April 1775. Letupan tembakan, kobaran api, dan jeritan manusia menandakan perang revolusi dimulai.

Wacana Kongres Kontinental II Mei 1775 dipastikan pupus. Para delegasi koloni–termasuk Thomas Jefferson (Virginia) dan Benjamin Franklin (Pennsylvania) yang baru bergabung–tidak lagi punya niat mendukung rekonsiliasi dengan Inggris. Bisa dibilang, tujuannya beralih ke perjuangan untuk merdeka.

Koalisi koloni lantas membentuk Angkatan Darat Kontinental, dipanglimai oleh George Washington. Sepanjang musim gugur hingga dingin, pasukan revolusi bertikai dengan tentara resimen Inggris di Boston yang dikomandani Jenderal William Howe. Mereka berhasil memukul pasukan Howe yang mundur ke Kanada pada 1776.

Semakin lama perang berkecamuk, keinginan 13 koloni untuk merdeka bertambah kuat. Semangat itu terwujud dalam perundingan prakongres pada Juni 1776 guna menyiapkan rancangan Deklarasi Kemerdekaan.

Pauline Maier dalam American Scripture: Making the Declaration of Independence (1998) menulis, deklarasi itu disusun Komite Lima yang berasal dari delegasi koloni pro-revolusi. Mereka ialah John Adams dari Massachusetts, Benjamin Franklin dari Pennsylvania, Thomas Jefferson dari Virginia, Robert R. Livingston dari New York, dan Roger Sherman dari Connecticut.

0 Komentar