Adapun 13 koloni yang bersepakat untuk mendeklarasikan kemerdekaannya ialah New Hampshire, Massachusetts Bay, Rhode Island dan Providence Plantations, Connecticut, New York, New Jersey, Pennsylvania, Maryland, Delaware, Virginia, North Carolina, South Carolina, dan Georgia.
Seusai pembahasan panjang lebar, The Declaration of Independence diterbitkan pada 4 Juli 1776. Deklarasi diedarkan dalam bentuk cetak secara masif. Upaya tersebut sekaligus untuk menegaskan pada Kerajaan Inggris bahwa tekad 13 koloni meraih kemerdekaan sudah tidak bisa ditawar lagi.
Proklamasi kemerdekaan ini segera dibalas oleh Inggris dengan menggencarkan aksi militer. Ketika Prancis turut memasuki arena pada 1778, perang melebar menjadi konflik internasional.
Baca Juga:Runtuhnya Kerajaan Sunda, Dari Raja-Raja Bermasalah hingga Tekanan Pesisir Utara JawaBagaimana Sunda-Galuh Mengambil Alih Jawa Barat dari Pengaruh Sriwijaya?
Tentara Prancis dipimpin oleh Jenderal Jean Baptiste de Rochambeau menjadi penyokong utama pasukan Angkatan Darat Kontinental di bawah komando George Washington. Mereka mengerahkan total 14.000 pasukan tempur dan 36 kapal perang lepas pantai.
Gagal melumpuhkan gabungan kekuatan AS-Prancis, pasukan Inggris di bawah pimpinan Jenderal Charles Cornwallis akhirnya menyerah di semenanjung Yorktown, Virginia pada 19 Oktober 1781. Satu per satu pertahanan Inggris segera padam hingga pasukan yang menempati Charleston dan Savannah bertekuk lutut pada 1782.
Akhirnya, gencatan senjata Inggris dan Amerika pada 3 September 1783 ditandatangani di Paris. Setelah itu, Inggris mengakui secara resmi kemerdekaan Amerika Serikat. Kekalahan Inggris di Amerika Utara juga memaksa imperium raksasa itu menyepakati perjanjian damai terpisah dengan Prancis dan Spanyol. Dua perjanjian ini menandai berakhirnya Perang Revolusi di Amerika Serikat yang sempat berlangsung 8 tahun.
Pengaruh Revolusi Amerika Serikat pada Dunia
Kalimat kedua Deklarasi Kemerdekaan AS berbunyi, “We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal, that they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that among these are Life, Liberty and the pursuit of Happiness.”
Nukilan di atas dimaknai sebagai salah satu upaya AS menjunjung kebebasan dalam menegakkan hak asasi manusia. Abraham Lincoln, Presiden AS ke-16 menjadikannya landasan konstitusi yang menjunjung persamaan hak asasi bagi seluruh manusia, tanpa perbedaan terkecuali. Kalimat itulah yang juga digaungkan oleh Lincoln untuk menolak perbudakan orang kulit hitam.
