Ingin Tahu Simbol # yang Digunakan Twitter hingga Jadi Perang Jargon?

hashtag
Hashtag (NET)
0 Komentar

Meskipun bertujuan sebagai sebuah penanda, hashtag telah melangkah lebih jauh, terutama dalam konteks sosial politik. Lexi Pandel, kolumnis Wired, mengatakan hashtag telah berevolusi lebih dari hanya sebatas simbol digital dunia maya. Hashtag, sukses memengaruhi pemilihan umum hingga memicu gerakan sosial.

Kesuksesan hashtag bertransformasi dari simbol digital menuju penggerak sosial dimulai sejak tanda tersebut lahir di Twitter. Kebakaran hebat yang melanda San Diego County, AS di musim gugur 2007 jadi salah satu titik awal kekuatan hashtag. Kala itu, dengan hanya bermodal “#sandiegofire,” para pengguna Twitter ramai-ramai memantau serta memberi informasi terbaru terkait bencana tersebut. Ada kesigapan, kesiapan, dan rasa saling berbagi dengan kehadiran hashtag tersebut.

Chris Messina, advokat spesialis di bidang open source, yang merupakan sosok pencetus ide hashtag di Twitter, yang mengatakan pada The New York Times simbol hashtag merupakan “jalan paling kuat untuk berpartisipasi di media sosial.”

Baca Juga:Akar Pohon Raga Sakti di Kramat Cimandung Berbentuk Seperti Ular, Mirip Pohon Harry PotterKecelakaan Hari Ini di Pantura Tegalgubug, Jangan Lupa Sejarah Desanya Gaes

Sebagai simbol digital, hashtag merupakan sesuatu yang “kuat dan diperlukan.” Terutama untuk membangkitkan kesadaran bersama. Salah satu contoh hashtag yang dianggap mewakili apa yang diucapkan Messina ialah #blacklivesmatter, suatu sikap yang menyatakan bahwa warga kulit hitam pun sudah sewajibnya memperoleh perlakuan yang sama dengan warga kulit putih.

Apa yang diungkap Messina senada dengan Paolo Gerbaudo dalam bukunya berjudul “Tweet and the Streets.” Ia menyebut bahwa hashtag merupakan cara paling efektif untuk menggerakkan emosi bersama atas suatu percakapan di twitter. Hashtag merupakan jembatan yang menghubungkan rasa solidaritas aksi jalanan dengan pendukung gerakan itu di dunia maya.

Yarimar Bonilla, masih dalam papernya, mengatakan bahwa alasan mengapa hashtag, dan media sosial secara umum, menjadi alat yang dapat menggerakkan kelompok karena kini mayoritas orang menggenggam ponsel. Ini menjadikan kelompok-kelompok marginal dan minoritas yang tadinya hanya bisa diam ketika diusik, kini melakukan perlawanan balik via media sosial.

Hashtag, sebagai penggerak, merupakan kelanjutan apa yang disebut Gerbaudo sebagai free culture, budaya yang diprakarsai oleh peretas, advokat di bidang open source, dan aktivis internet, sebagai wadah baru kegiatan aktivis. Hashgat, ataupun Twitter, merupakan kelanjutan media-media lawas seperti koran, poster, atau pamflet, yang digunakan untuk melakukan pergerakkan.

0 Komentar