CARUBAN NAGARI-Perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina akan digelar pada Jumat 12 Februari 2021. Pemerintah bahkan menetapkannya sebagai hari libur nasional. Pemkot Cirebon mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Cirebon Nomor: 443/9-BKPPD/2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi ASN selama libur tahun baru Imlek.
Hal tersebut menindaklanjuti SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Selama Libur Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili Dalam Masa Pandemi Corona Virus Diseasi 2019 (Covid-19).
Baca: Kenapa Imlek Identik dengan Hujan?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau agar Tahun Baru Imlek 2021 mendatang hendaknya dapat dirayakan dengan cara-cara yang sederhana serta mematuhi protokol kesehatan.
Baca Juga:Kenapa Imlek Identik dengan Hujan?Semula 9 Km, Kini Tol Cipali Berlakukan Contraflow 1 Km
Perayaan Imlek telah melalui sejarah panjang, keberadaannya di Indonesia pernah dilarang oleh pemerintahan Orde Baru. Baru ketika era Presiden Gus Dur perayaan Imlek digelar secara bebas. Berikut adalah sekelumit kisah tentang Tahun Baru Cina.
Hendra Kurniawan dalam buku Kepingan Narasi Tionghoa Indonesia: The Untold Histories (2020: hlm 58), sebelum merayakan Imlek, orang Tionghoa akan membersihkan rumah dari sampah dan debu. Tujuannya untuk mempersiapkan diri agar seseorang bersih secara lahir batin pada hari tahun baru nanti.
Dalam sejarahnya, perayaan Imlek adalah pesta untuk menyambut datangnya musim semi. Karena mayoritas penduduk Tiongkok kala itu menggantungkan hidupnya dari bertani. Maka, para petani merasa hidup kembali setelah mengalami “kematian” pada musim dingin yang suram.
Para petani kembali mempersiapkan tanah, bibit dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pertanian untuk mulai lagi bercocok tanam. Maka daripada itu, perayaan Imlek dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas rejeki selama setahun ini dan berharap kemakmuran akan datang pada tahun depan.
Situasi tersebut tentu berbeda dengan situasi di Indonesia. Sebab, perayaan Imlek yang jatuh di bulan Januari atau Februari ditandai dengan curah hujan yang lebat dan musim panen buah-buahan.
Pada prinsipnya, pergantian tahun adalah hal yang patut disyukuri. Maka daripada itu, tak heran mitosnya apabila hujan lebat di malam menjelang imlek berarti ada harapan rezeki yang bakal terjadi di tahun baru.
