Apakah Ada Walisongo Keturunan Tionghoa?

Makam Malik Ibrahim di Gresik (KITLV)
Makam Malik Ibrahim di Gresik (KITLV)
0 Komentar

Enam tahun kemudian Sam Po Bo menempatkan Haji Bong Tak Keng di Campa untuk mengawasi perkembangan komunitas muslim Cina di Nan Yang. Bong Tak Keng kemudian menempatkan Haji Gan Eng Cu di Manila Filipina mengurusi komunitas Tionghoa di situ.

Tahun 1423 Haji Gan Eng Cu dipindah dari Manila ke Tuban Jawa menjadi konsul jenderal yang melayani komunitas Cina di Jawa, Kukang, dan Sambas. Di zaman itu Tuban merupakan pelabuhan utama Kerajaan Majapahit.

Karena jasa memajukan pelabuhan, Gan Eng Cu akhirnya diangkat menjadi kepala pelabuhan Tuban dengan gelar a lu ya oleh Raja Majapahit Su King Ta yang memerintah tahun 1427-1447. Gelar a lu ya kemungkinan besar dari kata Arya menurut lidah Cina.

Baca Juga:Diduga dari Abad ke-7, Masjid Tertua di Dunia Ditemukan di IsraelSesalkan Tindakan Kelompok Manapun, MUI: Tuduhan Radikalisme Terhadap Din Syamsuddin Fitnah Keji

Lantas siapakah Bong Tak Keng dan Gan Eng Cu ini? Jika diselaraskan dengan cerita Jawa boleh jadi Bong Tak Keng adalah Syekh Ibrahim Asmorokondi yang makamnya ada di Desa Gesikharjo Kec. Talang Tuban.

Gan Eng Cu melihat gelar dan jabatannya hampir mirip dengan sosok Arya Tejo, Adipati Tuban di zaman Ratu Majapahit Suhita. Lidah Cina menyebutnya Su King Ta. Peristiwa ini dicatat tahun 1423.

Catatan lainnya menyebut Haji Ma Hong Fu diangkat menjadi duta besar di ibukota Majapahit. Dia ini menantu Bong Tak Keng. Kedatangan Ma Hong Fu diantar Haji Fe Tsin yang sudah tiga kali berkunjung ke Kraton Majapahit.

Ada informasi menarik lain. Tahun 1430 Laksamana Sam Po Bo merebut Tu Ma Pan kemudian menyerahkan daerah itu kepada Ratu Su King Ta. Tapi dia mengangkat orang Tionghoa muslim Gan Eng Wan menjadi Adipati Tu Ma Pan. Kemungkinan Tu Ma Pan ini adalah Tumapel Singasari.

Periode berikutnya muncul nama Swan Liong, kepala pabrik mesiu di Semarang dipindahkan Gan Eng Cu menjadi kapten komunitas Cina di Kukang (Palembang). Swan Liong disebut seorang perwira peranakan Tionghoa dari Cangki (Mojokerto) putra Yang Wi Sa Sa dari ibu dayang Tionghoa di Istana Majapahit.

0 Komentar