Yang Wi Sa Sa amat mirip dengan nama Hyang Wisesa. Ini gelar Raja Majapahit Wikramawardana menantu Raja Hayam Wuruk.
Sosok pertama walisongo muncul setelah Bong Swi Hoo menjadi asisten Swan Liong di Kukang tahun 1445. Bong Swi Hoo adalah cucu Haji Bong Tak Keng. Kemudian Bong Swi Hoo diantar ke Tuban menghadap Gan Eng Cu agar diberi jabatan kapten Cina muslim. Setahun kemudian dia dikawinkan dengan anaknya.
Dalam cerita babad, menantu Adipati Tuban adalah Sunan Ampel yang menikahi Nyi Ageng Manila. Melihat namanya ada kemungkinan putrinya ini lahir di Kota Manila Filipina sewaktu dia menjadi konsul di negeri itu.
Baca Juga:Diduga dari Abad ke-7, Masjid Tertua di Dunia Ditemukan di IsraelSesalkan Tindakan Kelompok Manapun, MUI: Tuduhan Radikalisme Terhadap Din Syamsuddin Fitnah Keji
Nama Swan Liong sejajar dengan nama Arya Damar atau Arya Dillah yang dalam cerita babad disebut pejabat Majapahit muslim saudara dari Putri Campa. Arya Damar menjadi Adipati Palembang.
Sosok dua nama ini sama orangnya karena ada penjelasan di naskah ini mirip dengan cerita babad. Swan Liong disebutkan mengasuh dua anak. Jin Bun dan Kin San.
Jin Bun putra Kung Ta Bu Mi, raja Majapahit dari dayang Cina. Nama Jin Bun sudah masyhur sebagai nama kecil Raden Patah.
Kung Ta Bu Mi sebutan lidah Cina untuk nama yang mirip dengan Bhre Kertabumi. Sedangkan Kin San adalah Raden Husin, anak Arya Damar dari dayang Cina ibu Jin Bun yang dinikahinya setelah dicemburui oleh Putri Campa dan dibawa ke Palembang.
Bong Swi Hoo semakin jelas identitasnya mengarah ke Sunan Ampel, walisongo pertama, karena dalam penjelasan berikutnya disebutkan setelah bertugas sebagai kapten komunitas muslim di Jiautung (Bangil), dia pindah ke Ngampel Surabaya mengendalikan semua komunitas Cina muslim.
Keputusan ini dilakukan setelah meninggalnya Sam Po Bo, Bong Tak Keng, dan Gan Encu, armada dinasti Ming tak lagi ekspedisi ke Nan Yang. Situasi politik berubah. Orang-orang Tionghoa non muslim mengambil alih dominasi komunitas muslim dan mengubah masjid menjadi kelenteng. Sam Po Bo dipuja-puja dan didewakan berupa patung yang ditempatkan di mihrab.
