Apakah Ada Walisongo Keturunan Tionghoa?

Makam Malik Ibrahim di Gresik (KITLV)
Makam Malik Ibrahim di Gresik (KITLV)
0 Komentar

Di kalangan komunitas muslim posisi Bong Swi Hoo jadi dominan. Jin Bun dan Kin San setelah dewasa dikirim Swan Liong ke Bong Swi Hoo. Jin Bun diberi tanah di Bing To Lo (Bintoro) dan mengembangkannya hingga menjadi Kerajaan Demak. Jin Bun mempunyai anak bernama Yat Sun. Dalam sejarah dikenal bernama Pati Unus.

Kin San dikirim ke istana menjadi ahli membuat mercon untuk pesta raja. Kemudian dia diangkat menjadi Adipati Semarang dan membuka penggergajian kayu dan galangan kapal besar.

Tapi ada yang aneh dalam naskah ini penulisnya tak mengenal anak dan murid  Bong Swi Hoo saat mampir ke Semarang. Penulis naskah ini hanya menyebut seorang putra dan bekas murid Bong Swi Hoo datang melihat-lihat galangan kapal  dan Kelenteng Sam Po Kong di Semarang. Keduanya tak bisa berbahasa Tionghoa.

Baca Juga:Diduga dari Abad ke-7, Masjid Tertua di Dunia Ditemukan di IsraelSesalkan Tindakan Kelompok Manapun, MUI: Tuduhan Radikalisme Terhadap Din Syamsuddin Fitnah Keji

Kemungkinan dua orang ini adalah Sunan Bonang dan Sunan Giri yang sangat terkenal di legenda masyarakat Jawa namun tidak dikenal masyarakat Cina. Walaupun dia anak pemimpin terkenal Bong Swi Hoo dari ibu Nyai Ageng Manila.

Masjid Demak yang populer dibangun walisongo dengan arsitek Sunan Kalijogo, dalam naskah ini disebut yang membangun para tukang kayu Tionghoa non muslim dari galangan kapal Semarang pimpinan Gan Si Cang, anak Gan Eng Cu, konjen Tuban.

Bahkan soko tatal yaitu satu tiang Masjid Demak yang terbuat dari susunan potongan kayu dikatakan buatan tukang kapal Cina bukan Sunan Kalijogo. Soko tatal itu dirangkai menurut konstruksi master kapal jung zaman Dinasti Ming yang disusun sangat teliti. Tiang itu fleksibel dan tahan goncangan.

Tahun 1513 dikabarkan seorang Ta Cih, sebutan Arab bagi orang Cina, bernama Ja Tik Su kapalnya rusak dan diperbaiki di galangan Semarang. Ja Tik Su diantar oleh Kin San dan Yat Sun ke Demak menemui Raden Patah.

Ja Tik Su orang Arab ini sepertinya Jakfar Shodiq yang kelak disebut Sunan Kudus setelah membangun kota al-Quds. Prasastinya ada di Masjid Kudus. Jakfar Shodiq  ini akhirnya menjadi penasihat Raden Patah dan memberinya gelar sultan.

0 Komentar