Intelijen Nasional Amerika Serikat Ungkap Peran Pemerintah Arab Saudi dalam Pembunuhan Jamal Khashoggi

khassoggi whatsapp 2
Percakapan antara Jamal Khashoggi dengan Omar Abdul Aziz, membahas terbongkarnya rencana membentuk "lebah dunia maya" sebelum Jamal dibunuh | Sumber: CNN
0 Komentar

Dalam satu pesan tertanggal Mei 2018, Abdul Aziz menulis kepada Khashoggi. “Saya mengirimi Anda beberapa ide tentang tentara elektronik. Melalui email.”

“Laporan yang brilian,” jawab Khashoggi. “Aku akan mencoba memilah-milah uangnya. Kita harus melakukan sesuatu.”

Sebulan kemudian, pesan lain yang dikirim oleh Abdul Aziz mengonfirmasi bahwa transfer US$ 5.000 pertama telah tiba. Khashoggi membalas dengan acungan jempol.

Baca Juga:Disinilah Kuburan Abu Jahal Mirip ‘Lubang Buaya’, AngkerTerungkap Istri Prabu Siliwangi, Carita Ratu Pakuan Sebut 56 Nama dan Asal-usulnya

Namun pada awal Agustus, dia mengatakan dia menerima kabar dari Arab Saudi bahwa pejabat pemerintah mengetahui proyek online mereka. Dia menyampaikan berita itu ke Khashoggi.

“Bagaimana mereka tahu?” tanya Khashoggi dalam sebuah pesan.

“Pasti ada celah,” kata Abdul Aziz.

Tiga menit berlalu, lalu Khashoggi membalas: “Tuhan tolong kami.”

Perbincangan itu diungkap Abdulaziz setelah peneliti Citizen Lab di Universitas Toronto melaporkan teleponnya telah diretas oleh spyware kelas militer.

Menurut Bill Marczak, seorang peneliti di Citizen Lab, perangkat lunak tersebut adalah penemuan perusahaan Israel bernama NSO Group, dan digunakan atas perintah pemerintah Arab Saudi.

Marczak mengatakan setidaknya dua pembangkang Saudi lainnya telah menjadi sasaran alat NSO: seorang aktivis bernama Yahya Assiri dan seorang anggota staf yang telah terlibat dalam pekerjaan Amnesty International di Arab Saudi.

Danna Ingleton, wakil direktur program Amnesty, mengatakan para ahli teknologinya mempelajari telepon anggota staf dan mengonfirmasi bahwa telepon itu ditargetkan dengan spyware. Amnesty telah menggugat NSO dan meminta pengadilan mencabut izin ekspor NSO.

Tak lama, pengacara Abdul Aziz mengajukan gugatan di Tel Aviv, menuduh NSO melanggar hukum internasional dengan menjual perangkat lunaknya kepada rezim yang menindas, karena itu dapat digunakan untuk melanggar hak asasi manusia.

“NSO harus dimintai pertanggungjawaban untuk melindungi kehidupan para pembangkang politik, jurnalis dan aktivis hak asasi manusia,” kata pengacara Alaa Mahajna yang berbasis di Yerusalem, yang bertindak untuk Abdul Aziz.

Baca Juga:Kisah Penobatan Prabu Siliwangi Raja Pajajaran Terjadi Gempa Bumi, Begini Isi Lontar Sangara BumiDoa Iwan Fals untuk Polwan Cantik Iptu Rita Yuliana: Moga gak Rusak Kena Sabu

Gugatan itu menyusul gugatan lain yang diajukan di Israel dan Siprus oleh warga di Meksiko dan Qatar.

NSO sendiri berkali-kali membela ddiri dengan mengatakan tudingan itu “sama sekali tidak berdasar” dan “tidak menunjukkan bukti bahwa teknologi perusahaan digunakan” untuk meretas telepon Abdulaziz. NSO juga mengatakan teknologinya membantu pemerintah dan lembaga penegak hukum “memerangi terorisme dan kejahatan di zaman modern” dan sepenuhnya diperiksa dan dilisensikan oleh pemerintah Israel.

0 Komentar