Dalam lebih dari 400 pesan WhatsApp antara Khashoggi dengan Abdul Aziz, meliputi rekaman suara, foto, dan video, melukiskan gambaran seorang pria yang sangat terganggu oleh apa yang dia anggap sebagai kemarahan pangeran muda kerajaan yang berkuasa.
Dalam percakapan itu, keduanya mulai merencanakan gerakan pemuda online yang akan meminta pertanggungjawaban negara Saudi.
“[Jamal] percaya bahwa MBS adalah masalahnya, itulah masalahnya dan dia mengatakan anak ini harus dihentikan,” kata Abdul Aziz dalam wawancara dengan CNN.
Baca Juga:Disinilah Kuburan Abu Jahal Mirip ‘Lubang Buaya’, AngkerTerungkap Istri Prabu Siliwangi, Carita Ratu Pakuan Sebut 56 Nama dan Asal-usulnya
Tetapi pada bulan Agustus, ketika dia yakin percakapan mereka mungkin telah disadap oleh otoritas Saudi, Khashoggi mulai merasakan firasat tak enak dan meminta pertolongan Tuhan.
“Tuhan tolong kami,” tulis Khashoggi.
Dua bulan kemudian, dia dibunuh.
Abdul Aziz sendiri telah menggugat perusahaan Israel NSO Group yang diduga memfasilitasi penyadapan dengan perangkat lunak mata-mata yang disebut Pegasus.
“Peretasan telepon saya memainkan peran utama dalam apa yang terjadi pada Khassoghi, saya sangat menyesal mengatakannya,” kata Abdul Aziz. “Rasa bersalah membunuh saya.”
Rencana Khashoggi dan Abdul Aziz (27 tahun) membentuk pasukan siber untuk menyuarakan perlawanan terhadap MBS dilakukan antara 2017 dan Agustus 2018. Mereka berencana melibatkan pemuda Saudi di rumah dan menyanggah propaganda negara di media sosial, memanfaatkan profil Khashoggi dan 340.000 pengikut Abdulaziz di Twitter.
Serangan digital, yang dijuluki “lebah dunia maya”, muncul dari diskusi sebelumnya tentang pembuatan portal untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di tanah air mereka serta inisiatif untuk memproduksi film pendek dan menyebarkannya via komunikasi seluler.
“Kami tidak memiliki parlemen; kami hanya punya Twitter,” kata Abdul Aziz, seraya menambahkan bahwa Twitter juga merupakan senjata terkuat pemerintah Saudi.
“Twitter adalah satu-satunya alat yang mereka gunakan untuk melawan dan menyebarkan rumor mereka. Kami telah diserang, kami telah dihina, kami telah diancam berkali-kali, dan kami memutuskan untuk melakukan sesuatu,” tambahnya.
Baca Juga:Kisah Penobatan Prabu Siliwangi Raja Pajajaran Terjadi Gempa Bumi, Begini Isi Lontar Sangara BumiDoa Iwan Fals untuk Polwan Cantik Iptu Rita Yuliana: Moga gak Rusak Kena Sabu
Skema itu melibatkan dua elemen kunci yang mungkin dipandang Arab Saudi sebagai tindakan bermusuhan. Yang pertama melibatkan pengiriman kartu SIM asing ke pembangkang di rumah sehingga mereka dapat men-tweet tanpa dilacak. Yang kedua adalah uang. Menurut Abdul Aziz, Khashoggi menjanjikan US$ 30.000 awal dan berjanji untuk mengumpulkan dukungan dari pendonor kaya.
