Selat Sunda-Laut Jawa Kuburan Kapal Perang Dunia II, Hilang atau Sudah Dijual?

image 20170222 20321 585fpu
Galeri Barang Muatan Kapal Tenggelam di Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta menampilkan ribuan harta karun dari tiga lokasi bersejarah – Pulau Buaya di Nusa Tenggara Timur; Batu Hitam di Bangka Belitung; dan Cirebon di Jawa Barat. (Kementerian Kelautan dan Perikanan)
0 Komentar

Penelitian tersebut menemukan bahwa 60% dari tinggalan telah dirusak oleh para penambang. Ada ancaman-ancaman lain juga, termasuk turis penyelam yang kelewat bersemangat, kegiatan menambang pasir laut, lalu lintas kapal, dan polusi dari pembangunan pesisir di Teluk Banten.

Tahun lalu, para peneliti mengadakan diskusi lokal untuk meningkatkan kesadaran tentang situs-situs kapal karam, yang mereka percaya sebagai kunci dari pengurangan kerusakan pada situsnya. Tim proyek juga menimbang untuk menjadikan situs sekitar HMAS Perth sebagai wilayah konservasi maritim. Saran lain termasuk membuat tanda pemberitahuan dan merangkul masyarakat sekitar dalam kegiatan peringatan.

Ada juga upaya meningkatkan kesadaran di luar wilayah Banten. Di Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mendirikan Galeri Barang Muatan Kapal Tenggelam.

Baca Juga:Cirebon Harusnya Kaya, Harta Karun dari Kapal Karam di Perairannya Tahun 2017 Capai US$18 Juta atau Setara Rp239,4 MiliarLuhut Binsar Pandjaitan: Kita Takut Megathrust, bisa saja Terjadi di Pantai Barat dari Sumatera, Pantai Selatan Jawa

Di Sulawesi, salah satu tujuan dagang bahari yang paling sibuk di Indonesia, ada rencana untuk membuka Pusat Pelatihan Warisan Budaya Bawah Laut di bangunan bersejarah Fort Rotterdam di Makassar.

Di tingkat internasional, United Nations’ Ocean Conference telah bertemu di New York bulan Juni untuk membicarakan bagaimana menahan penurunan mutu lingkungan laut dunia. Sejauh ini masalah warisan budaya bawah laut tidak masuk dalam agenda diskusi. Maka bola ada tangan para pejabat PBB untuk memastikan bukan hanya kehidupan bawah laut, tetapi juga warisan budayanya, yang mendapat perhatian.

Kapal perang karam memiliki makna penting secara kesejarahan dan emosional. Mereka harus dihargai lebih dari sekadar benda-benda yang bisa dijual. (*)

0 Komentar